Gubernur Jakarta, Pramono Anung Wibowo, melontarkan kecaman keras terhadap sebuah acara tantangan hafalan Al-Quran yang menawarkan hadiah berupa minuman keras (miras). Aksi yang terjadi di salah satu booth festival musik “The Sounds Project” ini dinilai telah menodai kesucian agama.
Pramono Anung menyatakan kekecewaannya yang mendalam atas penyelenggaraan kegiatan tersebut. Menurutnya, mengaitkan ibadah dengan hal-hal yang dilarang dalam ajaran agama merupakan tindakan yang sangat tidak pantas dan merusak nilai-nilai luhur.
“Saya sangat prihatin dan mengecam keras adanya kegiatan seperti ini. Menggabungkan hafalan Al-Quran dengan hadiah minuman keras itu sangat tidak pantas dan menodai kesucian agama kita,” tegas Pramono Anung dalam keterangannya.
Gubernur menambahkan bahwa pihaknya akan segera menindaklanjuti dugaan pelanggaran ini. Ia menegaskan bahwa pemerintah provinsi akan melakukan investigasi lebih lanjut terkait penyelenggaraan acara tersebut dan booth yang terlibat dalam kontroversi ini.
“Kami akan segera menindaklanjuti ini. Akan kami panggil pihak-pihak terkait untuk dimintai keterangan dan dilakukan investigasi lebih lanjut,” ujarnya.
Festival musik “The Sounds Project” sendiri merupakan acara yang diselenggarakan pada tanggal 25 dan 26 Agustus 2023 di Jakarta International Exhibition (JIExpo) Kemayoran. Acara ini menampilkan berbagai musisi dan band ternama.
Insiden ini menimbulkan reaksi negatif dari berbagai kalangan masyarakat yang menganggapnya sebagai bentuk pelecehan terhadap simbol-simbol keagamaan. Banyak pihak berharap agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang dan agar penyelenggara acara lebih berhati-hati dalam menentukan konsep kegiatan.
