Google Maps kini memperkenalkan fitur baru yang disebut ‘Agentic Food Ordering’, sebuah pembaruan yang memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) untuk mempermudah pengguna dalam memesan makanan. Fitur ini merupakan bagian dari upaya Google untuk mengintegrasikan teknologi AI ke dalam seluruh produknya, termasuk aplikasi navigasi populer ini.
Fitur ‘Ask Maps’ yang sebelumnya diluncurkan pada Maret lalu, kini mendapatkan peningkatan signifikan. Awalnya, ‘Ask Maps’ berfungsi sebagai antarmuka mirip chatbot yang terintegrasi dengan Gemini untuk membantu pengguna menemukan tempat-tempat menarik di peta. Pengguna dapat mengajukan pertanyaan spesifik, seperti mencari restoran yang memiliki ketersediaan untuk enam orang pada waktu tertentu dengan mempertimbangkan persyaratan diet yang ketat.
Kini, ‘Ask Maps’ diklaim mampu menangani tugas-tugas kompleks dan multi-langkah, termasuk memulai proses pemesanan makanan. Pengguna bisa meminta ‘Ask Maps’ untuk memesan hidangan tertentu, misalnya, ‘pesan spicy pad kee mao dengan seafood untuk dijemput dalam perjalanan pulang’. Meskipun demikian, fitur ini belum sepenuhnya mengotomatiskan proses pemesanan.
‘Ask Maps’ akan mencari restoran yang buka di rute pulang pengguna dan mempertimbangkan pesanan sebelumnya serta kebutuhan diet. Namun, setelah menampilkan pilihan restoran, pengguna tetap harus memilih restoran yang diinginkan. Setelah itu, ‘Ask Maps’ akan mulai menambahkan item pesanan ke keranjang melalui layanan seperti Square dan Toast, dengan dukungan Uber Eats yang akan segera menyusul. Penting dicatat, pengguna tetap harus meninjau dan menyetujui pesanan secara manual sebelum restoran menerimanya.
Selain pemesanan makanan, pembaruan ‘Ask Maps’ juga mencakup fitur lain seperti pencarian akomodasi dan acara lokal. Pengguna dapat mengajukan permintaan kompleks, misalnya, mencari hotel dengan harga terjangkau, peringkat teratas, nuansa artistik, serta dekat dengan pusat kebugaran dan restoran di Miami untuk minggu depan. ‘Ask Maps’ akan membandingkan harga dan ketersediaan, namun pengguna tetap perlu melakukan pembelian tiket atau pemesanan akomodasi sendiri.
Fitur ini juga mengintegrasikan ‘Personal Intelligence’ dari Google, yang menarik informasi dari berbagai aplikasi Google pengguna untuk memberikan hasil yang lebih personal. Sebagai contoh, meminta saran aktivitas sebelum penerbangan sore akan memanfaatkan data dari Gmail dan Google Calendar untuk memberikan rekomendasi yang lebih relevan. Fitur ini secara default tidak aktif.
Meskipun Google Maps menambahkan kemampuan AI yang canggih, fitur pemesanan makanan ini masih memerlukan intervensi pengguna yang cukup besar. Pengguna masih harus terlibat dalam beberapa tahapan proses, termasuk persetujuan akhir pesanan. Fitur ini dipandang sebagai langkah awal menuju masa depan di mana AI dapat menyelesaikan seluruh pesanan, namun efisiensi dibandingkan cara manual masih menjadi pertanyaan.
