Google mengumumkan pembaruan signifikan pada aplikasi Google miliknya pada Jumat lalu, yang memungkinkan pengguna untuk mengontrol konten di feed Discovery mereka menggunakan perintah bahasa alami. Fitur baru ini menandai langkah maju dalam pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) untuk personalisasi konten berita.
Perubahan paling menonjol adalah kemampuan untuk ‘menyetel’ dan ‘menyesuaikan’ feed Discovery sesuai preferensi pengguna, tanpa perlu memberikan umpan balik pada artikel atau sumber spesifik. Pengguna cukup memberi tahu Google berita apa yang ingin mereka lihat dan apa yang tidak.
Cara kerjanya cukup sederhana. Setelah fitur ini tersedia di aplikasi Google, pengguna dapat mengetuk menu tiga titik pada sebuah artikel di feed Discovery. Pilihan ini akan memunculkan jendela baru bertuliskan “What do you want to see.” Di sana, pengguna akan menemukan contoh perintah seperti “Show me content from…” atau “I want videos about…” beserta kolom teks untuk memasukkan permintaan mereka.
Sebagai contoh, Google memberikan ilustrasi: pengguna bisa mengetik “show me kitchen renovation tips and ideas.” Kemudian, Gemini, yang menggerakkan fitur ini, akan menampilkan daftar jenis cerita yang dianggap relevan, seperti “Modern layout ideas and floor plans” atau “Budget-friendly cabinet and countertop refreshes.” Jika hasilnya memuaskan, pengguna bisa menekan “Refresh your feed.” Jika belum, mereka dapat menyempurnakan instruksi, misalnya dengan menambahkan “can you focus on eco-friendly and sustainable upgrades?” Proses ini bisa diulang hingga pengguna puas dengan arah konten yang disajikan sebelum menyegarkan feed.
Selain fitur perintah bahasa alami ini, Google juga memperkenalkan dua pembaruan lain untuk aplikasi Google. Pertama, Google mempermudah kustomisasi ringkasan audio di Google News untuk pengguna Android. Kini, pengguna dapat memilih topik utama dan subtopik spesifik yang ingin didengarkan. Misalnya, memilih berita sains dan teknologi, namun hanya fokus pada neurosains dan luar angkasa, tanpa mencakup lingkungan, game, atau realitas virtual.
Kedua, Google meluncurkan tombol “Preferred Sources” yang baru untuk penerbit. Tombol ini memungkinkan pengguna memberi tahu Google bahwa mereka ingin melihat lebih banyak artikel dari penerbit tertentu untuk topik-topik mendatang. Jika pengguna menandai Lifehacker sebagai sumber pilihan, mereka mungkin akan lebih sering melihat artikel dari situs tersebut mengenai topik seperti AI, Apple, dan keamanan saat muncul di feed mereka. Pembaruan ini diperkirakan akan mulai diluncurkan “dalam beberapa hari mendatang.”
