Jepang tengah berpacu dengan waktu untuk menyelamatkan warga yang terjebak reruntuhan pasca-gempa kuat yang mengguncang Pulau Kyushu pada Selasa. Hingga kini, sedikitnya 13 orang dilaporkan tewas akibat bencana alam tersebut, sementara ribuan lainnya terpaksa mengungsi demi keselamatan.
Gempa berkekuatan magnitudo 6,2 ini menghantam wilayah Kumamoto, Kyushu, pada Selasa (12/4) dini hari waktu setempat. Getaran kuat dirasakan hingga ke berbagai kota di pulau tersebut, menyebabkan kerusakan parah pada bangunan dan infrastruktur.
Tim penyelamat gabungan dari berbagai elemen, termasuk personel militer, pemadam kebakaran, dan relawan, bekerja tanpa henti sejak gempa pertama terjadi. Mereka mengerahkan segala upaya untuk mengevakuasi warga yang tertimbun di bawah puing-puing bangunan yang roboh. “Kami dalam perlombaan melawan waktu,” ujar seorang pejabat Badan Penanggulangan Bencana Jepang, yang enggan disebutkan namanya, kepada media.
Menurut laporan terbaru, jumlah korban tewas terus bertambah seiring ditemukannya korban baru dari bawah reruntuhan. Selain korban jiwa, ratusan orang dilaporkan mengalami luka-luka dan tengah menjalani perawatan di rumah sakit. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran akan potensi bertambahnya jumlah korban seiring berjalannya waktu.
Gempa susulan yang masih terus terjadi menambah ketegangan dan mempersulit upaya penyelamatan. Ribuan warga terpaksa meninggalkan rumah mereka dan mengungsi ke tempat-tempat yang lebih aman, seperti pusat evakuasi yang telah didirikan oleh pemerintah daerah. Fasilitas umum seperti sekolah dan aula olahraga dialihfungsikan menjadi tempat penampungan sementara.
Pihak berwenang setempat terus memantau perkembangan situasi dan mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi gempa susulan. Bantuan logistik, termasuk makanan, air bersih, dan selimut, telah dikirimkan ke wilayah terdampak untuk memenuhi kebutuhan para pengungsi. Pemerintah Jepang juga telah membentuk tim investigasi untuk mengevaluasi standar pembangunan dan kesiapan menghadapi bencana alam serupa di masa mendatang.
