Banjarmasin, Kalimantan Selatan kembali dilanda pemadaman listrik meluas yang meresahkan warga. Gangguan ini telah terjadi sejak Rabu (24/6) dan berlanjut hingga Kamis (25/6), memicu keluhan dari berbagai lapisan masyarakat. PT PLN (Persero) melalui Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Banjarmasin telah memberikan penjelasan terkait penyebab insiden ini.
Manajer PLN UP3 Banjarmasin, Yanuar, menyatakan bahwa pemadaman listrik atau "mati lampu" tersebut disebabkan oleh kendala operasional pada sistem kelistrikan interkoneksi Kalimantan. Kendala ini secara langsung mengakibatkan penurunan pasokan daya listrik yang signifikan ke wilayah-wilayah terdampak. Pengumuman resmi disampaikan PLN melalui akun Instagram resmi UP3 Banjarmasin pada Kamis pukul 10.00 WITA.
Sistem interkoneksi Kalimantan merupakan tulang punggung pasokan listrik di Pulau Kalimantan, menghubungkan beberapa pembangkit dan jaringan transmisi antarprovinsi. Stabilitas sistem ini sangat vital untuk menjaga keandalan pasokan listrik di kota-kota besar seperti Banjarmasin. Gangguan pada sistem ini dapat memicu efek domino yang berdampak luas.
Menyikapi penurunan pasokan daya, petugas PLN segera mengambil langkah antisipatif dengan melakukan pengaturan beban pada sistem interkoneksi. Tindakan ini merupakan prosedur standar operasional yang bertujuan untuk menjaga kestabilan sistem kelistrikan secara menyeluruh dan mencegah kerusakan yang lebih parah. Namun, pengaturan beban ini berdampak langsung pada pemadaman listrik bergilir di beberapa area.
Sejumlah wilayah di Kota Banjarmasin yang merasakan dampak pemadaman listrik meliputi sebagian Jalan PM Noor, Banjar Raya, Komplek UKA/Trisakti Ujung, Lingkar Selatan, Basirih Kubah, Banyiur Luar, dan Komplek Lumba-Lumba. Selain itu, area seperti Yos Sudarso, Airmantan, sebagian Hasan Basri, Kayu Tangi 2, Anshari Shaleh, Adhyaksa, Simpang Sungai Andai, Pondok Metro, Tulip, Flamboyan, Cendana, Alalak Tengah, Alalak Utara, HKSN, Komplek AMD, Komplek Surya Gemilang, Perdagangan, serta wilayah sekitarnya juga turut terdampak.
PLN menegaskan bahwa tim di lapangan terus bekerja keras untuk mempercepat proses pemulihan. Upaya ini dilakukan secara terkoordinasi guna memastikan pasokan listrik dapat kembali normal secara bertahap. Pihak PLN memahami ketidaknyamanan yang dialami masyarakat dan berkomitmen untuk mengembalikan kondisi kelistrikan secepat mungkin.
Gangguan kelistrikan yang berlangsung selama dua hari berturut-turut ini memicu berbagai keluhan dari warga Banjarmasin. Melalui media sosial, banyak pengguna mengungkapkan kekecewaan mereka atas pemadaman yang terjadi berulang dan durasinya cukup lama. Salah satu pengguna media sosial X dengan akun @b***a menyebutkan bahwa pemadaman dilakukan secara bergiliran hingga enam jam lamanya. Ia bahkan mengamati toko-toko mulai memajang genset di teras sebagai antisipasi.
Keluhan serupa juga disampaikan oleh pengguna akun @lhe yang merasa sangat terganggu dengan kondisi ini. Ia mengaku pemadaman terjadi hampir setiap hari dan berlangsung dalam durasi yang panjang. Saking parahnya, ia bahkan harus memiliki lima kipas portabel untuk menghadapi suhu panas Kalimantan tanpa listrik. Situasi ini menunjukkan betapa vitalnya listrik bagi aktivitas sehari-hari dan kenyamanan warga.
Dampak pemadaman listrik tidak hanya terbatas pada kenyamanan rumah tangga, tetapi juga berimbas pada sektor ekonomi dan layanan publik. Bisnis-bisnis kecil hingga menengah yang bergantung pada listrik, seperti warung makan, toko kelontong, hingga kantor-kantor, terpaksa menghentikan operasional atau mengalami kerugian. Aktivitas belajar mengajar di rumah, terutama bagi siswa yang menggunakan perangkat elektronik, juga menjadi terhambat.
Tim jurnalis sebelumnya telah menghubungi PLN pusat untuk meminta penjelasan lebih rinci mengenai detail penyebab gangguan dan estimasi waktu pemulihan sistem kelistrikan. Namun, hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan resmi yang diberikan dari pihak PLN pusat. Keterbukaan informasi dan komunikasi yang cepat dari PLN sangat dibutuhkan masyarakat untuk memahami situasi dan mempersiapkan diri.
Masyarakat Banjarmasin berharap agar gangguan sistem kelistrikan ini dapat segera teratasi sepenuhnya. Ketersediaan listrik yang stabil dan andal adalah hak dasar yang mendukung berbagai aspek kehidupan modern. PLN diimbau untuk terus mengoptimalkan upaya pemulihan dan meningkatkan keandalan sistem interkoneksi Kalimantan demi mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang.











