Indonesia bangga memiliki dua juta talenta developer yang siap berkarya. Potensi besar ini menjadi landasan bagi upaya peningkatan kualitas dan daya saing industri teknologi nasional. Melalui ajang DeveloperDay.id 2026, para pengembang perangkat lunak Tanah Air diberi panggung untuk menyalurkan kreativitas, mengasah kemampuan, sekaligus menjembatani diri dengan para investor yang berpotensi mendanai inovasi mereka.
Acara ini digagas oleh Persatuan Industri Rekayasa Perangkat Lunak Indonesia (Pandi) sebagai respons terhadap kebutuhan mendesak untuk memperkuat ekosistem developer lokal. “Kami melihat ada potensi besar di Indonesia, namun perlu dioptimalkan lagi agar produk teknologi kita bisa bersaing di kancah internasional,” ujar Ketua Pandi, Rizky S. A. Pratama, dalam sambutannya. Ia menambahkan bahwa DeveloperDay.id 2026 dirancang untuk menjadi katalisator bagi para developer agar tidak hanya mampu menciptakan produk, tetapi juga membangun bisnis yang berkelanjutan.
Lebih lanjut, Rizky menekankan pentingnya kolaborasi antara developer, industri, dan pemerintah. “DeveloperDay.id 2026 bukan sekadar ajang pameran, tapi juga platform untuk networking dan pembelajaran. Kami ingin membangun ekosistem yang solid di mana developer bisa bertumbuh, berinovasi, dan akhirnya produk mereka bisa mendunia,” jelasnya. Ia berharap, melalui acara ini, startup teknologi dan produk digital buatan Indonesia dapat semakin dikenal dan diadopsi secara global.
Dalam DeveloperDay.id 2026, berbagai kegiatan disuguhkan, mulai dari lokakarya, seminar, hingga sesi pitching bagi startup yang mencari pendanaan. Para investor yang hadir pun berasal dari berbagai latar belakang, baik domestik maupun internasional, yang menunjukkan minat terhadap potensi teknologi Indonesia. Diharapkan, pertemuan ini akan membuahkan kerja sama strategis yang membawa produk teknologi lokal ke level berikutnya, melampaui batas negara.
