Bagi para pelari yang menggunakan jam tangan pintar Garmin, penurunan angka VO2 Max saat musim panas tiba seringkali menimbulkan kekhawatiran. Banyak yang mengira kebugaran mereka menurun drastis atau perangkat mereka bermasalah. Namun, kekhawatiran ini seringkali tidak berdasar. Fenomena ini umum terjadi dan tidak perlu membuat panik.
Penyebab utama penurunan VO2 Max di musim panas adalah adaptasi tubuh terhadap cuaca panas. Saat berlari di suhu tinggi, detak jantung cenderung meningkat lebih cepat dan bertahan lebih lama pada kecepatan yang sama. Ini terjadi karena tubuh bekerja ekstra untuk mendinginkan diri dengan mengalirkan lebih banyak darah ke kulit, serta mengatasi dehidrasi akibat keringat berlebih. Algoritma Garmin, yang mendasarkan estimasi VO2 Max pada kecepatan, detak jantung, dan tingkat upaya, menginterpretasikan peningkatan detak jantung pada kecepatan tertentu sebagai penurunan efisiensi atau kebugaran.
Padahal, secara fisik, Anda mungkin melakukan kerja yang sama. Sistem kardiovaskular Anda hanya bekerja lebih keras untuk menjaga suhu tubuh tetap stabil. Akibatnya, setiap tahun banyak pelari melihat angka VO2 Max mereka menurun seiring kenaikan suhu, dan kembali naik saat cuaca mendingin di musim gugur.
Beberapa model Garmin yang lebih baru, seperti jajaran Forerunner 970, Forerunner 745, 945, 955, dan 965, serta Forerunner 245 dan 255 (dengan pembaruan perangkat lunak), telah dilengkapi fitur aklimatisasi panas. Fitur ini mencoba memperhitungkan faktor panas dan kelembaban dalam perhitungan VO2 Max, sehingga penyesuaian yang dilakukan lebih akurat dan penurunan angka tidak sedrastis pada model Garmin lama yang tidak memiliki fitur ini.
Jika Anda tidak ingin angka VO2 Max Anda berfluktuasi, ada beberapa solusi praktis. Opsi paling langsung adalah menonaktifkan perhitungan VO2 Max untuk aktivitas tertentu melalui aplikasi Garmin Connect. Anda bisa memilih untuk tetap mengaktifkan perhitungan untuk lari di jalan raya yang lebih konsisten, namun menonaktifkannya untuk lari trail yang variabilitas medannya lebih tinggi. Alternatif lain adalah membuat profil aktivitas terpisah, misalnya ‘Lari Panas’, yang menonaktifkan perhitungan VO2 Max. Dengan begitu, lari di hari yang sangat panas tidak akan memengaruhi tren VO2 Max Anda.
Bagi yang menginginkan angka VO2 Max yang stabil sepanjang tahun, opsi ekstrem adalah berlatih di treadmill dalam ruangan ber-AC. Suhu dan kelembaban yang terkontrol akan menghasilkan respons detak jantung yang lebih mencerminkan kebugaran aktual, bukan beban panas. Namun, perlu diingat, solusi ini mengorbankan manfaat fisik dan mental dari latihan di alam terbuka, termasuk adaptasi terhadap panas.
Pada akhirnya, penurunan VO2 Max di musim panas adalah alarm palsu yang umum terjadi. Penting untuk diingat bahwa tubuh Anda sedang beradaptasi, yang merupakan bentuk kebugaran tersendiri. Baik Anda memilih untuk mengabaikan penurunan tersebut, menyesuaikan pengaturan aktivitas, atau beralih ke latihan dalam ruangan, jangan biarkan satu angka dari algoritma membuat Anda meragukan hasil latihan keras Anda.
