Wednesday, 9 September 2026
BREAKING
LIFESTYLE

Etika Membawa Pulang Sisa Sarapan Buffet Hotel: Kebiasaan yang Perlu Ditinjau Ulang

Oleh Muzairi M September 9, 2026 48 minutes lalu 0 komentar

Fenomena tamu yang membawa pulang sisa makanan dari sarapan buffet hotel kian marak diperbincangkan. Praktik ini memicu pertanyaan mengenai etika dan dampaknya, terutama di kalangan pelaku industri perhotelan. Meskipun sarapan prasmanan seringkali menjadi daya tarik utama menginap di hotel, menyisakan makanan untuk dibawa pulang menimbulkan berbagai pandangan.

Sebagaimana dilaporkan oleh The Straits Times pada 21 Mei 2024, seorang pengunjung hotel di Singapura, yang enggan disebutkan namanya, terekam kamera CCTV membawa pulang sisa makanan dari sarapan buffet hotel tempatnya menginap. Video tersebut kemudian viral di media sosial, memicu diskusi tentang kebiasaan tersebut.

Perilaku ini memang bukan hal baru, namun menjadi sorotan kembali setelah insiden tersebut. Beberapa tamu hotel memiliki pandangan bahwa membawa pulang sisa makanan adalah hal yang wajar, terutama jika mereka merasa makanan tersebut masih layak konsumsi. Di sisi lain, banyak pihak, termasuk pengelola hotel dan pakar etiket, menilai tindakan tersebut kurang pantas.

Salah satu alasan utama mengapa praktik ini menjadi kontroversial adalah potensi pemborosan makanan. Meskipun niatnya mungkin baik, seringkali sisa makanan yang dibawa pulang tidak habis dikonsumsi dan akhirnya terbuang. Hal ini bertentangan dengan upaya global untuk mengurangi food waste.

Manajer Umum sebuah hotel di Singapura, yang dikutip dalam laporan, menyatakan bahwa pihaknya tidak secara eksplisit melarang tamu membawa pulang makanan. Namun, ia menekankan pentingnya kesadaran tamu untuk tidak berlebihan. “Kami tidak memiliki kebijakan larangan keras, tetapi kami berharap tamu dapat bersikap bijak dan tidak mengambil terlalu banyak,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa fokus utama mereka adalah memastikan tamu menikmati pengalaman sarapan tanpa menimbulkan kerugian atau ketidaknyamanan bagi pihak lain.

Seorang pakar etiket, seperti dikutip dari sumber yang sama, berpendapat bahwa sarapan buffet pada dasarnya diperuntukkan untuk dinikmati di tempat. Membawa pulang makanan dari konsep prasmanan, menurutnya, bisa dianggap sebagai tindakan yang kurang sopan dan tidak menghargai fasilitas yang disediakan. “Prasmanan adalah tentang pengalaman makan di tempat. Mengambil untuk dibawa pulang bisa dianggap mengambil keuntungan lebih dari yang seharusnya,” jelasnya.

Meskipun tidak ada aturan tertulis yang mengikat secara universal, kesadaran dan etika menjadi kunci dalam menyikapi fenomena ini. Tamu diharapkan dapat mempertimbangkan dampak dari tindakan mereka, baik dari segi pemborosan makanan maupun citra diri, agar pengalaman menginap di hotel tetap menyenangkan bagi semua pihak.

Bagikan: Facebook X WhatsApp