JAKARTA – Tongkat estafet kepemimpinan di Persatuan Purnawirawan Angkatan Darat (PPAD) kembali bergulir dengan resminya pengukuhan Jenderal TNI (Purn.) HBL Mantiri sebagai Ketua Badan Pertimbangan Pusat. Prosesi penting ini berlangsung pada Sabtu, 27 Juni 2026, menandai era baru bagi organisasi para purnawirawan Angkatan Darat tersebut. HBL Mantiri kini mengemban amanah strategis, menggantikan posisi yang sebelumnya diemban oleh almarhum Jenderal TNI (Purn.) Try Sutrisno.
Pengukuhan Jenderal HBL Mantiri dilaksanakan secara khidmat, dipimpin langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Ketua Umum PPAD, Mayjen TNI (Purn.) Dr. Komaruddin Simanjuntak, S.SIP., M.Sc. Acara tersebut turut disaksikan oleh 45 anggota Badan Pertimbangan Pusat lainnya, menegaskan legitimasi dan dukungan penuh terhadap kepemimpinan yang baru. Momen ini menjadi titik krusial dalam dinamika organisasi yang selalu menjunjung tinggi nilai-nilai regenerasi dan kesinambungan perjuangan.
Sejumlah tokoh penting dan sesepuh TNI AD turut hadir memeriahkan acara pengukuhan ini, baik secara langsung maupun daring. Terlihat Jenderal TNI (Purn.) Agustadi Sasongko Purnomo dan Letjen TNI (Purn.) Kiki Syahnakri memberikan dukungan. Selain itu, jajaran Pengurus Pusat PPAD, perwakilan Purnawirawan KOWAD, PPAD DKI Jakarta, HIPAKAD, P3AD, serta para Ketua dan Pengurus Daerah PPAD dari seluruh Indonesia berpartisipasi secara daring, menunjukkan soliditas dan jangkauan luas organisasi.
Dalam sambutannya, Plt. Ketua Umum PPAD Komaruddin Simanjuntak mengungkapkan optimismenya terhadap kepemimpinan HBL Mantiri. Ia meyakini bahwa dengan rekam jejak dan pengalaman panjang yang dimiliki, HBL Mantiri akan mampu memperkuat peran Badan Pertimbangan Pusat. Lembaga ini diharapkan semakin efektif dalam memberikan masukan dan pertimbangan yang strategis bagi Dewan Pengurus Pusat PPAD, demi kemajuan organisasi dan kontribusi lebih besar kepada bangsa.
Komaruddin menegaskan bahwa pengalaman dan wawasan HBL Mantiri merupakan modal berharga untuk menjaga kesinambungan nilai-nilai perjuangan yang telah dipegang teguh PPAD selama ini. "Beliau adalah sosok yang selalu menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi maupun golongan," ujar Komaruddin, menyoroti integritas dan keluasan wawasan yang diyakininya akan membawa dampak positif. Penunjukan HBL Mantiri diharapkan dapat membawa perspektif segar sekaligus mempertahankan fondasi kuat yang telah ada.
Pada kesempatan yang sama, Komaruddin Simanjuntak juga menyampaikan penghormatan mendalam kepada almarhum Jenderal TNI (Purn.) Try Sutrisno. Mantan Wakil Presiden RI tersebut dinilai telah meninggalkan warisan berharga berupa keteladanan, semangat kebangsaan, dan fondasi moral yang kokoh. Warisan ini, menurut Komaruddin, akan terus menjadi pedoman bagi setiap langkah dan kebijakan yang diambil oleh organisasi PPAD ke depan. Kepergian beliau menyisakan duka, namun semangat perjuangannya akan selalu abadi.
Apresiasi tinggi juga disampaikan Komaruddin kepada para sesepuh, wakil ketua Badan Pertimbangan Pusat, serta seluruh jajaran PPAD yang telah mengawal proses pergantian kepemimpinan ini. Proses transisi yang berlangsung melalui musyawarah, kebersamaan, dan rasa tanggung jawab bersama ini mencerminkan kematangan dan kedewasaan organisasi. Hal ini menunjukkan bahwa PPAD mampu menjalankan regenerasi secara demokratis dan harmonis, menjaga persatuan di antara anggotanya.
Lebih lanjut, Komaruddin mengingatkan seluruh keluarga besar PPAD untuk senantiasa menjaga jati diri organisasi sebagaimana pesan para pendirinya. Ia dengan tegas menekankan bahwa PPAD dibentuk sebagai kekuatan moral bangsa, bukan sebagai kekuatan politik praktis. Penegasan ini sangat relevan di tengah dinamika sosial dan politik yang kerap kali menyeret berbagai elemen masyarakat ke dalam polarisasi kepentingan.
Oleh karena itu, Komaruddin menegaskan bahwa organisasi ini harus tetap mampu memberikan pandangan yang objektif dan konstruktif terhadap berbagai persoalan kebangsaan. PPAD diharapkan tidak mudah terseret kepentingan politik maupun ambisi kekuasaan, melainkan fokus pada perannya sebagai penjaga nilai-nilai luhur. Netralitas dan independensi PPAD menjadi kunci untuk mempertahankan kepercayaan publik dan relevansinya sebagai suara moral bangsa.
"Mari kita jaga marwah organisasi ini sebagaimana yang telah diwariskan para pendiri," seru Komaruddin. Ia mengajak seluruh purnawirawan TNI Angkatan Darat untuk menjadikan PPAD sebagai rumah besar yang mempersatukan, perekat kebangsaan, serta terus memberikan kontribusi nyata. Kontribusi tersebut dapat diwujudkan melalui pemikiran, pengalaman, dan keteladanan yang diemban oleh para anggotanya, demi kemajuan Indonesia.
Pengukuhan HBL Mantiri sebagai Ketua Badan Pertimbangan Pusat PPAD ini diharapkan dapat semakin mengokohkan peran strategis organisasi di kancah nasional. Dengan pengalaman dan kebijaksanaan para purnawirawan, PPAD memiliki potensi besar untuk terus menjadi sumber inspirasi dan penasihat yang bijak bagi pemerintah dan masyarakat. Langkah ini sekaligus menjadi bukti komitmen PPAD dalam melanjutkan semangat pengabdian kepada negara dan bangsa, di luar medan perang.











