Monday, 7 September 2026
BREAKING
POLITIK

Erupsi Gunung Anak Krakatau Sebabkan Penutupan 8 Bandara, KBM Jarak Jauh di Jakarta

Oleh Danu Ilham September 7, 2026 1 hour lalu 0 komentar

Gunung Anak Krakatau kembali menunjukkan aktivitas vulkaniknya pada Kamis, 5 September, memicu serangkaian dampak yang signifikan. Erupsi tersebut menyebabkan penutupan sementara delapan bandara di wilayah terdampak abu vulkanik. Selain itu, aktivitas pembelajaran tatap muka di DKI Jakarta juga terpaksa dihentikan dan diganti dengan pembelajaran jarak jauh.

Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Hendra Gunawan, menjelaskan bahwa erupsi Gunung Anak Krakatau terjadi pada pukul 00.00 WIB. “Telah terjadi erupsi Gunung Anak Krakatau pada tanggal 5 September 2024 pukul 00.00 WIB,” ujar Hendra Gunawan dalam keterangan tertulisnya.

Tingkat aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau saat ini berada pada level III atau Siaga. Status ini menuntut masyarakat dan wisatawan untuk tetap waspada terhadap potensi bahaya yang mungkin timbul. PVMBG telah mengeluarkan rekomendasi agar masyarakat tidak mendekati Gunung Anak Krakatau dalam radius 5 kilometer dari kawah.

Dampak abu vulkanik dari erupsi ini memengaruhi operasional penerbangan di beberapa bandara. Menurut data yang dihimpun, delapan bandara yang terpaksa ditutup adalah Bandara Radin Inten II di Lampung, Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II di Palembang, Bandara Depati Amir di Pangkalpinang, Bandara H.A.S. Hanandjoeddin di Tanjung Pandan, Bandara Supadio di Pontianak, Bandara Raja Haji Fisabilillah di Tanjung Pinang, Bandara Sultan Syarif Kasim II di Pekanbaru, dan Bandara Jenderal Ahmad Yani di Semarang.

Penutupan bandara tersebut merupakan langkah antisipasi demi keselamatan penerbangan. “Abu vulkanik dapat membahayakan mesin pesawat dan mengganggu visibilitas penerbangan,” jelas seorang sumber dari otoritas penerbangan yang tidak ingin disebutkan namanya.

Di sisi lain, aktivitas pembelajaran di sekolah-sekolah DKI Jakarta juga mengalami penyesuaian. Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Nahdiana, mengumumkan bahwa kegiatan belajar mengajar tatap muka dihentikan sementara mulai tanggal 5 September 2024. “Untuk sementara waktu, proses belajar mengajar di sekolah akan dilakukan secara daring atau jarak jauh,” kata Nahdiana.

Langkah ini diambil sebagai upaya perlindungan terhadap kesehatan siswa dan tenaga pendidik dari paparan abu vulkanik yang mungkin terbawa angin hingga ke wilayah Jakarta. Pihak Dinas Pendidikan akan terus memantau perkembangan kondisi dan memberikan informasi terbaru mengenai kapan pembelajaran tatap muka dapat kembali dilaksanakan.

Bagikan: Facebook X WhatsApp