Sunday, 6 September 2026
BREAKING
EKONOMI

Erupsi Anak Krakatau Perpanjang Penutupan Bandara Soetta Hingga Siang, Ratusan Penerbangan Terganggu

Oleh Yohanes September 6, 2026 48 minutes lalu 0 komentar

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengumumkan perpanjangan penutupan Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) hingga pukul 13.30 WIB. Keputusan ini diambil berdasarkan evaluasi kondisi jarak pandang di sekitar bandara yang terdampak oleh aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.

Sebagai imbas dari penutupan operasional bandara ini, sebanyak 209 penerbangan dilaporkan mengalami dampak. Angka tersebut mencakup penerbangan yang dibatalkan maupun yang mengalami penundaan keberangkatan maupun kedatangan.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub, Polana B. Pramesti, menjelaskan bahwa penutupan bandara merupakan langkah mitigasi untuk memastikan keselamatan seluruh pengguna jasa penerbangan. “Kami menutup Bandara Soekarno-Hatta sampai dengan pukul 13.30 WIB, dengan mempertimbangkan kondisi jarak pandang pasca erupsi Gunung Anak Krakatau,” ujar Polana dalam keterangan resminya.

Ia menambahkan bahwa penutupan ini bersifat dinamis dan akan terus dievaluasi berdasarkan perkembangan terkini dari aktivitas vulkanik dan dampaknya terhadap kualitas udara serta visibilitas di wilayah bandara. Kemenhub bekerja sama erat dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) untuk memantau situasi secara real-time.

Akibat penutupan ini, maskapai penerbangan diimbau untuk memberikan pilihan kepada penumpang yang terdampak. Opsi yang tersedia umumnya meliputi reschedule penerbangan tanpa biaya tambahan, refund tiket, atau pengalihan rute jika memungkinkan. Penumpang disarankan untuk terus memantau informasi terbaru dari maskapai masing-masing dan pihak Angkasa Pura II selaku operator bandara.

Fenomena erupsi Gunung Anak Krakatau yang kembali aktif memang kerap menimbulkan dampak signifikan terhadap operasional penerbangan di wilayah udara Indonesia, terutama yang melintasi atau berdekatan dengan area terdampak sebaran abu vulkanik. Kemenhub senantiasa memprioritaskan keselamatan sebagai pertimbangan utama dalam setiap pengambilan keputusan terkait operasional penerbangan.

Bagikan: Facebook X WhatsApp