Tragedi menimpa Ateneo de Zamboanga University Junior High School di Zamboanga, Filipina, pada Selasa (18/8) pagi. Insiden penembakan yang terjadi di lingkungan kampus tersebut merenggut nyawa dua orang.
Pelaku penembakan, yang belakangan diketahui bernama Aldrin B. Pasi, dengan tenang memasuki area sekolah sekitar pukul 09.00 waktu setempat. Ia langsung menuju ke ruang kepala sekolah dan melakukan aksinya yang brutal.
Menurut keterangan saksi mata dan laporan kepolisian, pelaku pertama kali menembak Dr. Al-Nizar Amil, seorang guru yang sedang berada di dalam kantor kepala sekolah. Korban kedua adalah Basir J. Ibno, seorang staf sekolah yang juga berada di lokasi kejadian.
Motif di balik tindakan keji ini diduga kuat terkait dengan masalah pribadi antara pelaku dan salah satu korban. Kepala Kepolisian Zamboanga City, Komandan Carlos Joaquin Enriquez, menyatakan, “Berdasarkan keterangan awal, pelaku dan Dr. Amil memiliki masalah pribadi yang belum terselesaikan.” Enriquez menambahkan bahwa pelaku sebelumnya pernah meminta Dr. Amil untuk mencabut pengaduan terhadap dirinya, namun permintaan tersebut tidak dipenuhi.
Pelaku berhasil ditangkap oleh pihak kepolisian di sebuah pos pemeriksaan tak lama setelah kejadian. Saat ditangkap, pelaku kedapatan membawa senjata api jenis pistol kaliber .45 dan satu magasin berisi tujuh butir peluru.
Pihak kepolisian masih terus melakukan penyelidikan mendalam untuk memastikan semua detail terkait insiden ini. “Kami masih mengumpulkan bukti dan keterangan lebih lanjut untuk melengkapi berkas penyidikan,” ujar Enriquez.
Insiden ini tentu saja mengejutkan seluruh civitas akademika dan masyarakat Filipina. Ateneo de Zamboanga University Junior High School merupakan salah satu institusi pendidikan terkemuka di Zamboanga.
