Serangan drone Ukraina di sebuah pantai resor yang ramai di Laut Hitam pada Minggu (23/6) menewaskan sedikitnya tujuh orang dan melukai 40 lainnya. Tiga dari korban tewas adalah anak-anak, yang sedang menikmati liburan di kawasan populer tersebut.
Kementerian Pertahanan Rusia melaporkan insiden tersebut terjadi pada sekitar pukul 12:30 waktu Moskow. Drone yang dijatuhkan di dekat pantai tersebut menyebabkan pecahan yang berjatuhan di kerumunan orang yang sedang berjemur dan berenang.
Petugas penyelamat segera dikerahkan ke lokasi kejadian di Sevastopol, Krimea, untuk memberikan pertolongan. Sebagian besar korban luka mengalami luka ringan akibat serpihan, namun beberapa di antaranya memerlukan perawatan intensif.
Gubernur Sevastopol, Mikhail Razvozhayev, menyatakan kesedihannya atas tragedi tersebut melalui kanal Telegram. “Musuh melancarkan serangan dengan drone, dan sebagian besar drone dihancurkan oleh sistem pertahanan udara kita. Namun, karena lintasan penerbangan drone yang jatuh, sayangnya ada korban sipil,” tulis Razvozhayev.
Razvozhayev menambahkan, pihaknya telah mengerahkan semua layanan darurat untuk menangani situasi ini. Ia juga mengumumkan bahwa pemerintah kota akan memberikan bantuan finansial kepada keluarga korban tewas dan mereka yang terluka.
Kementerian Darurat Rusia mengonfirmasi jumlah korban tewas dan luka-luka. Laporan awal menyebutkan bahwa drone tersebut jatuh di area pantai yang padat pengunjung di Sevastopol, sebuah kota pelabuhan strategis di Krimea yang dianeksasi Rusia pada tahun 2014.
Serangan ini terjadi di tengah eskalasi konflik antara Rusia dan Ukraina yang terus berlanjut. Kedua belah pihak kerap saling tuding melakukan serangan terhadap sasaran sipil. Pihak Ukraina belum memberikan komentar resmi terkait insiden ini.
