Sunday, 6 September 2026
BREAKING
LIFESTYLE

Dokter Ungkap Risiko Penggunaan Empeng Jangka Panjang pada Gigi dan Rahang Anak

Oleh Muzairi M September 6, 2026 53 minutes lalu 0 komentar

Penggunaan empeng pada anak, jika dibiarkan terlalu lama, berpotensi menimbulkan dampak negatif signifikan pada perkembangan gigi dan bentuk rahang. Para ahli kesehatan gigi anak menyarankan orang tua untuk secara bertahap menghentikan kebiasaan ini, idealnya sebelum anak mencapai usia satu tahun, guna meminimalkan risiko tersebut.

Menurut Dr. Arini Putri, seorang dokter gigi spesialis anak, kebiasaan mengisap empeng yang berlanjut hingga usia 2-3 tahun ke atas dapat memicu masalah ortodontik. “Jika anak terus-menerus menggunakan empeng setelah gigi permanen mulai tumbuh, ini bisa menyebabkan gigi depan atas maju atau gigi depan bawah menjadi miring ke dalam,” jelas Dr. Arini dalam sebuah wawancara. Ia menambahkan bahwa kondisi ini dikenal sebagai maloklusi, yang memerlukan penanganan lebih lanjut.

Lebih lanjut, Dr. Arini menjelaskan bahwa tekanan yang terus-menerus dari empeng pada langit-langit mulut anak dapat memengaruhi pembentukan struktur rahang. “Bukan hanya gigi yang terpengaruh, tapi bentuk rahangnya juga bisa berubah. Ini bisa menyebabkan masalah pada gigitan dan bahkan kesulitan dalam berbicara,” terangnya.

Para ahli sepakat bahwa empeng memang memiliki manfaat dalam menenangkan bayi, terutama pada masa-masa awal kehidupannya. Namun, penting bagi orang tua untuk menyadari kapan waktu yang tepat untuk mulai mengurangi penggunaannya. “Idealnya, kita mulai mengurangi penggunaan empeng secara bertahap sejak anak berusia 6 bulan, dan berusaha menghentikannya sepenuhnya sebelum anak berusia 1 tahun,” ujar Dr. Arini.

Proses pelepasan empeng ini sebaiknya dilakukan dengan lembut dan sabar. Orang tua dapat mencoba mengganti empeng dengan aktivitas lain yang lebih menarik bagi anak, atau memberikan pujian ketika anak berhasil tidak menggunakan empeng. Jika anak menunjukkan kesulitan beradaptasi, konsultasi dengan dokter gigi anak dapat memberikan panduan yang lebih spesifik sesuai dengan kondisi anak.

Bagikan: Facebook X WhatsApp