Thursday, 6 August 2026
BREAKING
LIFESTYLE

Dokter Ingatkan Bahaya Cuci Vagina, Ganggu Keseimbangan Flora Alami

Oleh Muzairi M August 6, 2026 56 minutes lalu 0 komentar

Tren praktik mencuci vagina atau ‘vagina douching’ tengah marak diperbincangkan di media sosial. Namun, para dokter spesialis kulit dan kelamin memberikan peringatan keras mengenai praktik ini. Mereka menegaskan bahwa prosedur tersebut justru berisiko tinggi mengganggu keseimbangan flora alami yang penting bagi kesehatan organ intim wanita.

Menurut dr. Arini Amelia, Sp.KK, praktik membersihkan bagian dalam vagina dengan cairan selain air, seperti yang banyak dilakukan melalui tren di media sosial, dapat membahayakan. “Sebenarnya vagina itu organ yang bisa membersihkan dirinya sendiri,” ujar dr. Arini dalam sebuah kesempatan.

Ia menjelaskan bahwa vagina memiliki ekosistem mikroba yang sehat, yang dikenal sebagai flora normal. Flora ini terdiri dari bakteri baik, seperti bakteri Lactobacillus, yang berperan penting dalam menjaga keasaman pH vagina. pH yang sehat ini, menurutnya, sangat krusial untuk mencegah pertumbuhan bakteri jahat penyebab infeksi.

Lebih lanjut, dr. Arini menekankan bahwa penggunaan cairan pembersih vagina, baik itu cairan khusus yang dijual komersial maupun ramuan tradisional, dapat mematikan bakteri baik tersebut. “Jika bakteri baiknya mati, maka pH vagina menjadi tidak seimbang dan bakteri jahat bisa tumbuh subur,” terangnya.

Dampak dari ketidakseimbangan pH ini sangat serius. Pertumbuhan bakteri jahat yang berlebihan dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, termasuk keputihan yang tidak normal, bau tidak sedap, hingga infeksi vagina yang lebih parah. Dalam beberapa kasus, praktik ini bahkan dapat meningkatkan risiko penyakit radang panggul (PID) dan kehamilan ektopik.

Menanggapi fenomena ini, dr. Arini menyarankan agar wanita tidak terpengaruh oleh tren yang belum tentu terbukti secara medis. Ia menekankan pentingnya menjaga kebersihan organ intim secara alami. “Cukup dibersihkan dari luar dengan air dan sabun lembut, lalu dikeringkan. Bagian dalam vagina tidak perlu dibilas atau dimasukkan cairan apapun,” sarannya.

Ia juga mengingatkan bahwa jika ada keluhan terkait kesehatan organ intim, seperti keputihan yang tidak biasa, gatal, atau bau, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter spesialis kulit dan kelamin. “Jangan mendiagnosis diri sendiri atau mengikuti tren yang belum tentu aman,” pungkasnya.

Bagikan: Facebook X WhatsApp