Saturday, 5 September 2026
BREAKING
DUNIA

Di Balik Peta Dunia: Akurasi dan Distorsi Ukuran Benua

Oleh Rini Widiyarti September 5, 2026 1 hour lalu 0 komentar

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) baru-baru ini mengadopsi peta dunia baru yang diklaim lebih akurat merefleksikan ukuran sebenarnya benua Afrika. Peristiwa ini membuka kembali diskusi tentang bagaimana berbagai jenis peta dunia yang kita kenal memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing dalam merepresentasikan realitas geografis.

Peta mercator, yang mungkin paling akrab di mata banyak orang, diciptakan pada tahun 1569 oleh Gerardus Mercator. Peta ini sangat berguna untuk navigasi maritim karena menjaga garis arah tetap konstan. Namun, keunggulannya dalam navigasi datang dengan konsekuensi distorsi ukuran yang signifikan, terutama di daerah lintang tinggi. Akibatnya, Greenland tampak sebesar benua Afrika, padahal kenyataannya Afrika jauh lebih besar.

Berbeda dengan Mercator, peta Gall-Peters yang dikembangkan oleh Arno Peters pada tahun 1980-an menawarkan representasi yang lebih proporsional dari luas daratan. Peta ini berusaha untuk mengoreksi distorsi yang terjadi pada peta Mercator dengan mempertahankan akurasi area. Meskipun demikian, peta Gall-Peters dikritik karena mengorbankan bentuk asli dari negara dan benua, membuatnya terlihat memanjang atau terdistorsi secara visual.

Menariknya, sebuah survei yang dilakukan oleh The Royal Geographical Society pada tahun 2017 menemukan bahwa mayoritas responden, sekitar 80%, lebih menyukai peta Mercator meskipun mereka menyadari ketidakakuratannya. Hal ini menunjukkan betapa kuatnya pengaruh kebiasaan dan familiaritas terhadap persepsi kita tentang representasi geografis. Banyak orang terbiasa dengan tampilan peta Mercator, bahkan jika itu berarti mengorbankan akurasi ukuran.

Penyesuaian yang dilakukan PBB dengan peta Afrika terbaru menegaskan pentingnya representasi yang lebih adil dan akurat dalam pemetaan global. Peta yang berbeda memiliki tujuan dan metode proyeksi yang berbeda pula, masing-masing dengan kelebihan dan kekurangannya. Memahami perbedaan ini membantu kita mengapresiasi kompleksitas dalam menggambarkan bumi dan bagaimana pilihan proyeksi peta dapat memengaruhi pemahaman kita tentang dunia.

Bagikan: Facebook X WhatsApp