Sunday, 30 August 2026
BREAKING
BADMINTON

Dejan/Apriyani ke Final POLYTRON Pontianak International Challenge 2026 Usai Kalahkan Wakil Chinese Taipei

Oleh Wibowo August 30, 2026 56 minutes lalu 0 komentar

Ganda campuran Indonesia, Dejan Ferdinansyah dan Apriyani Rahayu, memastikan langkah mereka ke babak final POLYTRON Pontianak International Challenge 2026. Pasangan ini berhasil mengalahkan wakil Chinese Taipei, Bo-Yuan Chen/Yan Fei Chen, dalam pertandingan semifinal yang digelar di Pontianak pada 29 Agustus 2026.

Pertarungan ketat tersaji sejak awal, namun Dejan/Apriyani mampu bangkit setelah tertinggal di gim pertama. Skor akhir pertandingan adalah 11-21, 21-10, 21-10 untuk kemenangan Dejan/Apriyani.

Dejan Ferdinansyah mengungkapkan bahwa timnya bermain cukup baik, meskipun ia menyadari setiap pertandingan di turnamen ini bukanlah hal yang mudah. Ia menjelaskan bahwa perbedaan kondisi lapangan dan bola yang terasa lebih berat di gim pertama membuat mereka sedikit kesulitan beradaptasi. “Saya rasa di game pertama kondisi lapangan ada perbedaan, kondisi bola tadi agak berat jadi butuh adaptasi dulu dan serangan mereka cukup kuat jadi kami mengalami sedikit kesulitan di awal tapi kami berusaha cari cara dan celah akhirnya game kedua dan ketiga kami bisa unggul,” ujar Dejan.

Memasuki gim kedua, Dejan/Apriyani telah melakukan antisipasi dan persiapan yang lebih matang menghadapi serangan lawan. Kepercayaan diri yang meningkat ini membawa mereka meraih kemenangan di gim ketiga. Ia juga menambahkan bahwa arahan dari pelatih untuk bermain tanpa lob panjang terbukti efektif melawan pola serangan lawan yang kuat.

Dejan juga menyoroti perbedaan pola permainan lawan yang dihadapi hari itu, setelah sebelumnya sering bertemu sesama atlet Indonesia. Ia juga memberikan apresiasi tinggi terhadap penyelenggaraan POLYTRON Pontianak International Challenge 2026. “Saya rasa sekelas International Challenge ini penyelenggaraanya mewah dibandingkan dengan negara lain. Penonton dan warga Pontianak memberikan dukungan luar biasa untuk atlet-atlet Indonesia, jadi itu menambah semangat buat kami, dan kami sangat berterimakasih,” tuturnya.

Apriyani Rahayu menambahkan bahwa perbedaan karakteristik shuttlecock yang terasa lebih lambat di awal pertandingan membuat mereka belum menemukan ritme permainan yang pas di gim pertama. Namun, perubahan pola permainan sesuai instruksi pelatih dan komunikasi yang baik di gim kedua membuahkan hasil positif. “Kami merasa shuttlecocknya agak lambat, jadi di game pertama belum dapat feelingnya. Akhirnya game kedua kami coba ubah pola main sesuai instruksi pelatih dan komunikasi dengan baik akhirnya kami bisa unggul sampai game ketiga,” jelas Apriyani.

Menghadapi babak final, Apriyani menyatakan fokus utama adalah pemulihan kondisi fisik dan mental. “Untuk selanjutnya pastinya kami akan recovery, makan dan istirahat dengan baik juga jaga pikiran,” katanya.

Terakhir, Apriyani memberikan semangat kepada para atlet muda di Pontianak dan seluruh Indonesia. “Untuk para atlet di Pontianak dan seluruh Indonesia tetap semangat, rajin berlatih semoga bisa terus berkembang lebih baik lagi,” pungkasnya.

Bagikan: Facebook X WhatsApp