Wednesday, 19 August 2026
BREAKING
LIFESTYLE

Data Anda Dilatih untuk AI: Platform Media Sosial dan Opsi Penolakannya

Oleh Heni Maulidya August 19, 2026 1 hour lalu 0 komentar

Platform media sosial kini semakin gencar memanfaatkan data pengguna untuk melatih model kecerdasan buatan (AI). Meskipun banyak yang tidak transparan, ada beberapa cara untuk mengendalikan penggunaan data Anda, meskipun tidak selalu mudah.

Baru-baru ini, Twitch menjadi sorotan setelah mengumumkan kebijakan yang memungkinkan pengguna untuk menolak data dari stream, VOD, dan chat mereka digunakan untuk pelatihan AI. Keputusan ini memicu reaksi beragam, namun menunjukkan bahwa platform lain mungkin memiliki kebijakan yang lebih ketat.

Sebagian besar aplikasi media sosial saat ini melatih AI menggunakan data pengguna, dan hanya sedikit yang menyediakan opsi penolakan yang mudah diakses. Menemukan informasi detail mengenai penggunaan data untuk pelatihan AI seringkali tersembunyi dalam kebijakan privasi yang rumit, bahkan terkadang disamarkan bersama fitur algoritma yang lebih umum.

Banyak platform tidak memberikan opsi untuk menolak, dan praktik umum adalah menganggap persetujuan pengguna saat mereka masuk ke akun sebagai izin untuk menggunakan data mereka dalam pelatihan AI. Namun, beberapa platform telah menyediakan cara untuk mengontrol ini, meskipun memerlukan penelusuran lebih lanjut.

Berikut adalah ringkasan kebijakan beberapa platform media sosial:

Bluesky secara resmi tidak melatih model AI, namun karena menggunakan protokol terdesentralisasi AT Protocol, data seperti postingan dan daftar blokir bersifat publik dan dapat diambil oleh pihak ketiga untuk pelatihan AI.

Facebook, melalui induk perusahaannya Meta, sangat luas dalam penggunaan data untuk pelatihan AI, mencakup postingan, foto, interaksi, data dari broker pihak ketiga, dan informasi yang tersedia di internet. Pengecualian hanya berlaku bagi pengguna di Uni Eropa jika informasi pribadi mereka muncul dalam respons AI, atau jika ada kewajiban hukum.

Instagram, yang juga dimiliki Meta, memiliki kebijakan serupa dengan Facebook. Fitur sebelumnya yang memungkinkan pembuatan gambar AI dari pengguna lain tanpa persetujuan telah dihapus setelah menuai kritik.

LinkedIn, yang dimiliki Microsoft, mengizinkan penggunaan postingan, komentar, data profil, resume, dan aktivitas grup untuk melatih AI. Pengguna dapat menonaktifkan opsi ini melalui pengaturan privasi, namun ini hanya berlaku untuk data yang dikumpulkan di LinkedIn.

Reddit memiliki perjanjian dengan OpenAI dan Google untuk melatih model AI mereka menggunakan datanya. Pengguna tidak memiliki opsi penolakan saat ini, dan data publik telah lama diambil oleh perusahaan AI.

Snapchat memungkinkan pengguna untuk menonaktifkan penggunaan konten publik untuk pelatihan AI melalui pengaturan privasi. Namun, pihak ketiga tetap dapat mengambil data publik.

Threads, yang juga dimiliki Meta, memiliki kebijakan pelatihan data yang sama dengan Facebook. Pengguna di Uni Eropa dapat mengajukan keberatan, sementara pengguna di AS perlu mengajukan keluhan jika informasi pribadi mereka muncul dalam respons AI.

TikTok memiliki kebijakan yang kompleks. Di AS, data pengguna mungkin digunakan untuk sistem rekomendasi tetapi tidak untuk pelatihan model AI umum ByteDance. Pengguna perlu mengajukan keberatan spesifik terkait pelanggaran privasi untuk menolak pelatihan data, dan bahkan video privat dilaporkan dapat dilatih.

Twitch memungkinkan pengguna untuk menonaktifkan penggunaan stream, VOD, chat, dan konten channel untuk pelatihan AI melalui pengaturan keamanan. Namun, ini hanya berlaku untuk channel pribadi pengguna, dan data yang dihasilkan saat muncul di stream orang lain akan mengikuti preferensi pemilik stream.

X menggunakan data publik pengguna untuk melatih AI Grok dan model AI lain di seluruh perusahaan. Pengguna dapat menonaktifkan penggunaan data publik untuk pelatihan AI melalui pengaturan privasi.

YouTube, yang terhubung dengan akun Google, memiliki tantangan privasi yang signifikan karena Google adalah pemain utama dalam pengembangan AI.

Bagikan: Facebook X WhatsApp