Tuesday, 8 September 2026
BREAKING
LIFESTYLE

Code Blue: Respons Cepat Tim Medis Selamatkan Pasien Kritis

Oleh Muzairi M September 8, 2026 10 minutes lalu 0 komentar

Sistem ‘Code Blue’ menjadi penanda krusial di lingkungan rumah sakit, mengindikasikan adanya pasien dalam kondisi kritis yang memerlukan penanganan medis darurat secepatnya. Aktivasi kode ini memicu respons sigap dari tim medis yang terlatih untuk memberikan intervensi penyelamatan jiwa.

Di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Fatmawati, misalnya, tim Code Blue telah beroperasi sejak tahun 2014. Tim ini terdiri dari berbagai spesialisasi medis yang siap siaga 24 jam. Komposisi tim inti Code Blue di RSUP Fatmawati meliputi dokter jaga intensif, perawat kamar operasi, perawat unit perawatan intensif (ICU), serta tenaga medis dari unit gawat darurat (UGD). Keberagaman keahlian ini memastikan penanganan komprehensif bagi pasien yang mengalami henti jantung atau henti napas.

Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah, dr. Bambang Dwipoyono, Sp.JP(K), FAsCC, menjelaskan bahwa Code Blue bukan sekadar panggilan darurat, melainkan sebuah sistem terstruktur. “Code Blue itu adalah sebuah sistem aktivasi kegawatdaruratan yang kita miliki di rumah sakit,” ujarnya dalam acara temu media yang diselenggarakan oleh PT Kalbe Farma Tbk pada Senin (10/6/2024).

Lebih lanjut, dr. Bambang merinci tujuan utama dari penerapan Code Blue. “Tujuannya adalah untuk menyelamatkan pasien yang mengalami henti jantung atau henti napas,” tegasnya. Kecepatan dalam merespons kondisi seperti ini sangat menentukan prognosis pasien. Oleh karena itu, tim Code Blue dilatih untuk bergerak efisien dan efektif, menerapkan protokol medis terkini untuk resusitasi jantung paru (RJP).

Implementasi Code Blue di rumah sakit-rumah sakit di Indonesia, termasuk RSUP Fatmawati, menjadi bukti komitmen dunia medis dalam memberikan pelayanan terbaik, terutama dalam situasi yang mengancam jiwa. Sistem ini tidak hanya mengandalkan kecepatan, tetapi juga kolaborasi antarprofesi dan pengetahuan medis yang mutakhir untuk memaksimalkan peluang kesembuhan pasien.

Bagikan: Facebook X WhatsApp