Beijing dilaporkan memberikan peringatan dini mengenai ancaman banjir susulan di Nepal. Potensi ini muncul setelah bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda wilayah perbatasan antara China dan Nepal baru-baru ini. Peringatan tersebut dikeluarkan oleh otoritas China, mengindikasikan kewaspadaan terhadap dampak lanjutan dari peristiwa alam tersebut.
Pihak China melalui Kementerian Sumber Daya Air dan Badan Meteorologi China memprediksi bahwa kondisi cuaca ekstrem yang memicu banjir dan longsor tersebut masih dapat berlanjut. Perkiraan ini mencakup kemungkinan terjadinya hujan lebat yang dapat memperparah situasi di Nepal, terutama di daerah-daerah yang telah terdampak parah. Fokus peringatan adalah pada potensi peningkatan debit air di sungai-sungai yang berhulu di wilayah pegunungan dan mengalir menuju Nepal.
Lebih lanjut, peringatan ini didasarkan pada analisis data meteorologi dan hidrologi yang mendalam. China telah menyampaikan informasi ini kepada pihak berwenang Nepal untuk dapat melakukan langkah-langkah mitigasi dan persiapan yang diperlukan. Tujuannya adalah untuk meminimalkan risiko dan kerugian lebih lanjut akibat potensi banjir susulan yang diprediksi terjadi dalam kurun waktu tiga hari ke depan.
Meskipun tidak disebutkan secara spesifik mengenai jumlah korban atau kerugian material akibat banjir awal, pernyataan dari China ini menekankan pentingnya kewaspadaan. Pihak berwenang Nepal diharapkan dapat segera menindaklanjuti peringatan ini dengan mempersiapkan jalur evakuasi, memperkuat tanggul, serta menginformasikan masyarakat yang berisiko tinggi untuk mengambil langkah perlindungan diri.
