Sunday, 23 August 2026
BREAKING
DUNIA

China Diprediksi Lawan Sanksi Sekunder AS Terhadap Mitra Dagang Iran

Oleh Heni Maulidya August 23, 2026 1 hour lalu 0 komentar

China diprediksi akan menolak ancaman sanksi sekunder yang dilancarkan Amerika Serikat (AS) terhadap negara-negara yang masih menjalin hubungan dagang dengan Iran. Langkah ini diambil menyusul keputusan AS untuk memberlakukan kembali sanksi terhadap Teheran.

Analis menilai, Beijing kemungkinan besar tidak akan tunduk pada tekanan Washington. Hal ini didasari oleh beberapa faktor, termasuk kepentingan ekonomi China di Iran dan prinsip non-intervensi dalam urusan negara lain yang dipegang teguh oleh China.

Ancaman sanksi sekunder AS ditujukan untuk menekan negara-negara lain agar menghentikan perdagangan dengan Iran, terutama dalam sektor energi. Namun, China, sebagai salah satu importir minyak terbesar dari Iran, memiliki kepentingan strategis untuk menjaga kelangsungan hubungan dagang tersebut. Ketergantungan China pada pasokan energi dari Iran menjadi pertimbangan utama dalam menghadapi tekanan AS.

Lebih lanjut, China secara konsisten mengadvokasi diplomasi dan penyelesaian isu nuklir Iran melalui negosiasi multilateral. Beijing berpandangan bahwa sanksi sepihak yang dipaksakan oleh AS dapat merusak stabilitas regional dan internasional. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Geng Shuang, pernah menyatakan, “Kami selalu percaya bahwa dialog dan negosiasi adalah cara terbaik untuk menyelesaikan masalah terkait Iran.” Pernyataan ini mengindikasikan sikap tegas China terhadap pendekatan unilateral yang diambil oleh AS.

China juga berpotensi mencari solusi alternatif untuk memitigasi dampak sanksi AS, seperti menggunakan mata uang lokal dalam transaksi perdagangan dengan Iran atau mencari jalur pembayaran non-dolar. Langkah-langkah ini akan semakin memperkuat kemandirian ekonomi kedua negara dan mengurangi kerentanan terhadap tekanan eksternal.

Keputusan China untuk menolak ancaman sanksi sekunder AS ini tidak hanya akan memengaruhi hubungan dagang bilateral antara China dan Iran, tetapi juga berpotensi menimbulkan ketegangan diplomatik yang lebih luas antara Washington dan Beijing. Dampaknya terhadap pasar energi global juga patut dicermati, mengingat peran krusial kedua negara dalam rantai pasok minyak dunia.

Bagikan: Facebook X WhatsApp