Wednesday, 2 September 2026
BREAKING
EKONOMI

Chandra Asri Investasi Rp12,6 Triliun untuk Pabrik Kimia Hijau, Pangkas Ketergantungan Impor

Oleh Yohanes September 2, 2026 57 minutes lalu 0 komentar

PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (Chandra Asri Group) mengumumkan investasi monumental senilai USD800 juta atau setara Rp12,6 triliun untuk membangun fasilitas Chandra Asri Ethylene Dichloride & Vinyl Chloride Monomer (CA-EDC) di Cilegon, Banten. Proyek strategis ini diharapkan dapat secara signifikan mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor bahan baku kimia, sekaligus memperkuat daya saing industri nasional.

Fasilitas CA-EDC yang baru ini tidak hanya akan meningkatkan kapasitas produksi Chandra Asri, tetapi juga menjadi tonggak penting dalam upaya pemerintah dan industri untuk mencapai kemandirian bahan baku. Dengan memproduksi EDC dan VCM di dalam negeri, Indonesia dapat mengurangi devisa yang keluar untuk impor dan menciptakan rantai pasok yang lebih stabil.

Pembangunan fasilitas ini merupakan bagian dari komitmen jangka panjang Chandra Asri Group untuk mendukung pertumbuhan industri petrokimia nasional. Direktur Utama Chandra Asri Group, Erwin Ciputra, menyatakan, “Investasi ini menunjukkan komitmen kami untuk terus berkontribusi pada penguatan industri nasional dan ketahanan ekonomi Indonesia.” Ia menambahkan bahwa proyek ini sejalan dengan visi pemerintah untuk meningkatkan nilai tambah produk dalam negeri.

Fasilitas CA-EDC ini diproyeksikan akan mulai beroperasi pada kuartal IV 2026. Keberadaannya akan menjadi yang pertama di Indonesia untuk jenis produk VCM, yang merupakan bahan baku penting dalam produksi Polyvinyl Chloride (PVC). PVC sendiri banyak digunakan dalam berbagai sektor industri, mulai dari konstruksi, otomotif, hingga barang konsumsi.

Selain mengurangi impor, pengembangan fasilitas ini juga akan membuka peluang ekonomi baru. Sekitar 1.500 lapangan kerja akan tercipta selama masa konstruksi, dan ratusan pekerjaan permanen akan tersedia setelah fasilitas beroperasi penuh. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam menciptakan lapangan kerja dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Chandra Asri Group sebelumnya telah melakukan ekspansi kapasitas produksi etilena dan propilena melalui proyek New Ethylene Cracker (NEC) yang ditargetkan selesai pada tahun 2024. Investasi pada fasilitas CA-EDC ini melengkapi portofolio perusahaan dan memperkuat posisinya sebagai produsen petrokimia terintegrasi terbesar di Indonesia.

Bagikan: Facebook X WhatsApp