Tuesday, 25 August 2026
BREAKING
KESEHATAN

Cedera Kepala Pengguna E-scooter Lebih Tinggi Dibanding Pengendara Motor dan Sepeda

Oleh Rini Widiyarti August 25, 2026 49 minutes lalu 0 komentar

Pengguna skuter listrik atau e-scooter dilaporkan memiliki risiko lebih tinggi mengalami cedera otak traumatis (TBI) dibandingkan dengan pengendara sepeda motor dan sepeda. Sebuah studi yang dipublikasikan dalam jurnal Scientific Reports mengungkapkan bahwa pengendara e-scooter dewasa memiliki kemungkinan 3,45 kali lebih besar mengalami TBI dibandingkan pengendara sepeda motor, dan 1,74 kali lebih besar dibandingkan pengendara sepeda.

Risiko serupa juga ditemukan pada anak-anak yang menggunakan e-scooter. David Bodansky, seorang ahli bedah ortopedi spesialis tangan dan pergelangan tangan di Chelsea and Westminster Hospital NHS Foundation Trust, bersama rekan-rekannya, menggarisbawahi temuan ini. Bodansky menceritakan pengalamannya pada tahun 2020 saat bertugas di Aintree University Hospital, sebuah pusat trauma utama di Liverpool.

“Pada tahun 2020, saya bekerja di Aintree University Hospital, pusat trauma utama di Liverpool, dan melihat cedera berulang dari pengendara e-scooter — ” kata Bodansky. Lanjutnya, ia menjelaskan bahwa jenis cedera yang dialami pengendara e-scooter seringkali lebih parah, membutuhkan penanganan medis yang intensif. Hal ini mengindikasikan perlunya perhatian lebih terhadap keselamatan pengguna kendaraan mikro ini.

Studi ini menganalisis data dari berbagai sumber untuk membandingkan tingkat cedera kepala antar jenis pengguna kendaraan. Hasilnya menunjukkan adanya kesenjangan signifikan dalam tingkat keparahan cedera, yang mana pengguna e-scooter lebih rentan terhadap cedera kepala serius. Peneliti menyarankan agar dilakukan kajian lebih lanjut mengenai faktor-faktor yang berkontribusi terhadap tingginya angka cedera ini, serta pentingnya penerapan regulasi dan edukasi keselamatan bagi pengguna e-scooter.

Bagikan: Facebook X WhatsApp