Brighton & Hove Albion bersiap menghadapi musim Premier League 2026-27 dengan ekspektasi yang beragam, terutama menyusul kepergian beberapa pemain kunci. Tim asuhan Fabian Hürzeler ini dituntut memiliki kedalaman skuat yang memadai untuk menyeimbangkan tuntutan kompetisi Eropa yang akan datang.
Musim lalu, Brighton mengakhiri kiprahnya di posisi kedelapan klasemen Premier League. Namun, untuk musim mendatang, para penulis The Guardian memprediksi Brighton akan finis di peringkat kesembilan. Prediksi ini merupakan rata-rata dari pandangan berbagai penulis, bukan hanya satu individu.
Perubahan signifikan dalam skuat Brighton terlihat dari hilangnya beberapa pemain penting. Danny Welbeck dan Jan Van Hecke menjadi dua nama yang dipastikan tidak lagi berseragam Brighton. Kepergian mereka tentu meninggalkan lubang yang perlu ditambal, terutama mengingat intensitas pertandingan yang akan dihadapi klub musim ini.
Fabian Hürzeler, pelatih Brighton, dihadapkan pada tugas berat untuk membangun kembali kekuatan timnya. Ketergantungan pada pemain inti yang kini berkurang mengharuskan adanya rekrutmen cerdas dan pengembangan pemain muda yang ada. Ketersediaan pemain cadangan berkualitas akan menjadi krusial dalam menjaga performa tim di berbagai ajang, terutama saat harus berlaga di kancah Eropa.
Kompetisi Eropa sendiri akan menjadi ujian sesungguhnya bagi Brighton. Jadwal yang padat dan tingkat persaingan yang lebih tinggi menuntut rotasi pemain yang efektif dan strategi yang matang. Tanpa kedalaman skuat yang memadai, risiko kelelahan pemain dan penurunan performa akan sangat mungkin terjadi.
Oleh karena itu, fokus utama Brighton di bursa transfer dan pengembangan internal tim harus tertuju pada penguatan lini per lini. Keberhasilan mereka dalam mengarungi musim 2026-27 akan sangat bergantung pada kemampuan Hürzeler dalam meramu tim yang tangguh dan memiliki opsi pemain yang beragam untuk menghadapi tantangan yang ada.
