Saturday, 22 August 2026
BREAKING
EKONOMI

BPOM dan Novo Nordisk Serukan Kewaspadaan Terhadap Obat Pelangsing Ilegal di Tengah Lonjakan Obesitas

Oleh Yohanes August 22, 2026 1 hour lalu 0 komentar

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) bersama Novo Nordisk, perusahaan farmasi global, memberikan peringatan keras kepada masyarakat mengenai maraknya produk pelangsing instan yang beredar di pasaran. Peringatan ini muncul seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap isu obesitas, yang justru dimanfaatkan oleh pihak tidak bertanggung jawab untuk menawarkan solusi instan yang berbahaya.

Kepala BPOM, Penny K. Lukito, menegaskan bahwa tren obesitas yang terus meningkat telah membuka celah bagi produk-produk ilegal untuk merajalela. “Masyarakat yang ingin cepat kurus menjadi sasaran empuk. Padahal, produk-produk ini belum tentu teruji keamanannya dan justru bisa membahayakan kesehatan,” ujar Penny dalam sebuah diskusi pada Kamis, 17 Agustus 2023.

Senada dengan BPOM, Country Manager Novo Nordisk Indonesia, Wija Santoso, menekankan pentingnya pendekatan yang aman dan ilmiah dalam penanganan obesitas. Ia menyoroti bahwa banyak obat pelangsing ilegal yang beredar tidak memiliki izin edar resmi dan seringkali mengandung bahan berbahaya yang dapat menimbulkan efek samping serius. “Kami prihatin melihat banyaknya produk yang menjanjikan penurunan berat badan drastis tanpa disertai edukasi dan pengawasan medis yang memadai,” kata Wija.

BPOM sendiri telah melakukan berbagai upaya untuk memberantas peredaran obat pelangsing ilegal. Berdasarkan data BPOM, sepanjang tahun 2023, telah dilakukan penindakan terhadap 300 sarana ilegal yang memproduksi dan mendistribusikan obat tradisional dan suplemen kesehatan ilegal, termasuk produk pelangsing. Tindakan ini mencakup pemblokiran akses terhadap 1.278 tautan online yang mempromosikan produk-produk tersebut.

Penny K. Lukito juga mengimbau masyarakat untuk lebih cerdas dalam memilih produk penurun berat badan. Ia menyarankan agar selalu memeriksa nomor izin edar BPOM pada setiap kemasan produk dan melaporkan jika menemukan produk yang mencurigakan. “Jangan tergiur dengan janji hasil instan. Kesehatan adalah aset yang paling berharga,” tegasnya.

Kolaborasi antara BPOM dan Novo Nordisk ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran publik akan bahaya obesitas dan pentingnya penanganan yang aman serta bertanggung jawab. Kedua pihak berkomitmen untuk terus mengedukasi masyarakat dan memberantas peredaran produk-produk kesehatan ilegal yang dapat membahayakan nyawa.

Bagikan: Facebook X WhatsApp