BPDP Pamerkan Kekayaan Produk Olahan Kakao Indonesia di EastFood 2026, Dorong Hilirisasi

Rini Widiyarti

Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) menunjukkan komitmennya dalam mempromosikan komoditas perkebunan nasional, khususnya kakao, dengan berpartisipasi aktif dalam pameran EastFood Indonesia 2026. Acara yang berlangsung di Grand City Convex Surabaya pada 18 hingga 21 Juni 2026 ini menjadi panggung strategis bagi BPDP untuk menampilkan potensi hilirisasi kakao Indonesia.

Partisipasi ini merupakan bagian integral dari upaya BPDP untuk mendorong pengembangan produk bernilai tambah dari sektor perkebunan, guna meningkatkan daya saing industri kakao nasional di kancah domestik maupun internasional. Melalui pameran ini, BPDP berupaya membuka berbagai peluang baru bagi produk olahan kakao Indonesia agar dapat bersaing di pasar global.

"Kakao Indonesia memiliki potensi yang sangat besar untuk terus berkembang. BPDP berkomitmen untuk mendorong terciptanya produk-produk olahan kakao yang mampu bersaing di pasar global dan memberikan nilai tambah yang lebih tinggi bagi seluruh pelaku dalam rantai industri," ujar Analis Divisi Kerja Sama Kelembagaan BPDP, Dinda, dalam keterangan pers yang diterima pada Kamis, 25 Juni 2026.

EastFood Indonesia 2026 sendiri merupakan pameran industri makanan dan minuman terbesar di Indonesia bagian Timur, yang menyajikan berbagai inovasi dan produk terkini. Kehadiran BPDP di ajang ini menegaskan pentingnya kakao sebagai salah satu komoditas unggulan Indonesia yang perlu terus digenjot nilai tambahnya melalui proses hilirisasi.

Dalam pameran tersebut, BPDP secara khusus menampilkan beragam produk olahan kakao yang dihasilkan dari berbagai inovasi pengolahan. Produk-produk ini dirancang untuk menunjukkan potensi kakao Indonesia yang tidak hanya dapat diolah menjadi bahan baku industri, tetapi juga menjadi pangan berkualitas tinggi yang diminati konsumen. Keberagaman produk yang ditampilkan diharapkan dapat menginspirasi para pelaku usaha untuk terus berinovasi dalam menciptakan produk turunan kakao yang lebih menarik dan memiliki nilai jual tinggi.

Lebih dari sekadar menampilkan produk, BPDP juga memanfaatkan momentum EastFood Indonesia 2026 untuk mengedukasi para pengunjung dan pelaku industri mengenai berbagai program pengembangan komoditas perkebunan yang sedang digalakkan. Ini mencakup dukungan terhadap peningkatan sumber daya manusia melalui pelatihan dan pengembangan keahlian, pendanaan untuk riset dan inovasi teknologi pengolahan, serta strategi promosi yang efektif untuk menjangkau pasar yang lebih luas.

Penguatan ekosistem industri kakao nasional menjadi fokus utama BPDP. Dengan mendorong hilirisasi, BPDP tidak hanya berupaya meningkatkan nilai ekonomi kakao itu sendiri, tetapi juga menciptakan lapangan kerja baru dan meningkatkan kesejahteraan petani kakao. Pengembangan produk olahan yang beragam dan berkualitas diharapkan dapat membuka pasar ekspor baru dan mengurangi ketergantungan pada pasar komoditas mentah.

Indonesia sendiri dikenal sebagai salah satu produsen kakao terbesar di dunia. Namun, sebagian besar hasil panen kakao masih diekspor dalam bentuk biji mentah. Kondisi ini menyebabkan Indonesia kehilangan potensi pendapatan yang signifikan dari nilai tambah pengolahan. Oleh karena itu, inisiatif seperti yang dilakukan BPDP ini menjadi krusial untuk membalikkan tren tersebut dan menjadikan Indonesia sebagai pemain utama dalam industri produk turunan kakao global.

Industri hilir kakao memiliki rantai nilai yang panjang dan kompleks, mulai dari perkebunan, pengolahan awal, hingga pembuatan produk akhir seperti cokelat, bubuk kakao, minuman berbasis kakao, hingga kosmetik. Setiap tahapan dalam rantai ini memiliki potensi untuk memberikan nilai tambah. Dengan mendukung hilirisasi, BPDP berinvestasi pada masa depan industri perkebunan yang lebih berkelanjutan dan menguntungkan.

Selain itu, BPDP juga gencar mendorong Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di sektor perkebunan untuk naik kelas melalui inovasi produk. Pameran seperti EastFood Indonesia 2026 menjadi platform yang sangat baik bagi UMKM untuk memperkenalkan produk mereka kepada khalayak yang lebih luas, membangun jaringan bisnis, dan mendapatkan masukan berharga untuk pengembangan produk di masa depan. Dukungan BPDP terhadap UMKM ini penting untuk menciptakan ekosistem industri yang inklusif dan kuat.

Melalui partisipasi dalam pameran berskala internasional seperti EastFood Indonesia 2026, BPDP berupaya membangun citra kakao Indonesia sebagai komoditas berkualitas tinggi yang mampu bersaing di pasar global. Ini bukan hanya tentang menjual produk, tetapi juga tentang membangun merek dan reputasi Indonesia di industri pangan dunia. Langkah ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk meningkatkan ekspor produk olahan non-komoditas mentah.

Perkembangan industri olahan kakao juga memiliki dampak positif terhadap sektor pertanian itu sendiri. Dengan meningkatnya permintaan produk olahan, maka akan ada insentif yang lebih besar bagi petani untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi kakao. Ini dapat mendorong praktik pertanian yang lebih baik, termasuk penggunaan teknologi yang lebih maju dan pengelolaan perkebunan yang lebih berkelanjutan.

BPDP terus berkomitmen untuk menjadi katalisator dalam pengembangan sektor perkebunan Indonesia. Melalui berbagai program strategis, termasuk partisipasi dalam pameran-pameran bergengsi, BPDP berupaya memastikan bahwa kakao dan komoditas perkebunan lainnya dapat memberikan kontribusi maksimal bagi perekonomian nasional. Upaya ini diharapkan dapat membuahkan hasil yang signifikan dalam beberapa tahun mendatang, menjadikan Indonesia sebagai kekuatan utama dalam industri kakao global, tidak hanya sebagai produsen biji, tetapi juga sebagai penghasil produk olahan berkualitas tinggi.

Baca Juga

Tags

Menjadi Sorotan

View All