Mitos bahwa memelihara kucing dapat menyebabkan keguguran beredar luas di masyarakat. Namun, menurut seorang dokter, anggapan ini belum tentu benar. Hubungan antara kucing dan risiko keguguran sebenarnya lebih kompleks dan berkaitan erat dengan penyakit toksoplasmosis.
Dokter spesialis obstetri dan ginekologi, dr. Muhammad Ilham Aldiansyah, Sp.OG, menjelaskan bahwa kucing memang bisa menjadi perantara penularan toksoplasmosis. “Toksoplasmosis adalah infeksi yang disebabkan oleh parasit Toxoplasma gondii. Kucing bisa terinfeksi parasit ini dari memakan hewan pengerat atau burung yang terinfeksi,” ujar dr. Ilham dalam sebuah keterangan yang diterima pada Kamis (11/4/2024).
Parasit tersebut kemudian dikeluarkan melalui kotoran kucing. Risiko penularan ke manusia, terutama ibu hamil, terjadi jika seseorang terpapar kotoran kucing yang mengandung oosista (bentuk infeksius parasit) dan kemudian menyentuh mulutnya tanpa mencuci tangan. “Penularan ke manusia umumnya terjadi melalui konsumsi daging yang kurang matang, air atau makanan yang terkontaminasi, atau kontak langsung dengan kotoran kucing yang terinfeksi,” tambahnya.
Oleh karena itu, dr. Ilham menekankan bahwa memelihara kucing itu sendiri bukanlah penyebab langsung keguguran. Bahaya justru muncul jika ibu hamil terinfeksi toksoplasmosis, terutama pada trimester pertama kehamilan. Infeksi toksoplasmosis pada ibu hamil dapat menyebabkan masalah serius pada janin, seperti cacat lahir, gangguan penglihatan, gangguan pendengaran, hingga keguguran.
Untuk mencegah risiko ini, dr. Ilham memberikan beberapa langkah pencegahan yang mudah dilakukan oleh para pemilik kucing, terutama ibu hamil. Pertama, penting untuk menjaga kebersihan diri. “Selalu cuci tangan dengan sabun dan air mengalir setelah berinteraksi dengan kucing atau membersihkan kotak pasirnya,” sarannya.
Kedua, disarankan untuk meminta orang lain membersihkan kotak pasir kucing jika memungkinkan. Namun, jika terpaksa melakukannya sendiri, gunakan sarung tangan dan masker, serta segera cuci tangan setelah selesai. Ketiga, hindari mengonsumsi daging mentah atau setengah matang, serta pastikan semua makanan dimasak hingga matang sempurna.
Selain itu, menjaga kebersihan lingkungan tempat kucing tinggal juga penting. Rutin membersihkan kandang atau area bermain kucing dapat mengurangi risiko penyebaran parasit. “Dengan menerapkan langkah-langkah pencegahan ini, risiko penularan toksoplasmosis dapat diminimalkan, sehingga ibu hamil tetap bisa memelihara kucing dengan aman,” pungkas dr. Ilham.
