Sebanyak 15 ekor gajah ditemukan mati di sebuah kebun binatang di Kenya. Kematian massal hewan mamalia besar ini diduga kuat akibat keracunan sianida yang terkandung dalam pestisida. Insiden tragis ini terjadi di Taman Safari Nairobi, yang merupakan salah satu destinasi wisata populer di Kenya.
Penyebab kematian para gajah ini diperkirakan berasal dari pestisida yang disemprotkan pada tanaman tomat di dalam area kebun binatang. Sianida, yang merupakan komponen berbahaya dalam pestisida tersebut, diduga telah diserap oleh gajah saat mereka memakan tanaman yang terkontaminasi.
Menurut laporan awal, kematian belasan gajah ini terdeteksi pada hari Minggu, 12 Mei 2024. Otoritas terkait segera melakukan investigasi mendalam untuk memastikan penyebab pasti kematian satwa ikonik tersebut. Pengambilan sampel dari bangkai gajah dan tanaman di sekitar lokasi kejadian telah dilakukan untuk dianalisis lebih lanjut di laboratorium.
Dr. Joseph Njeri, seorang ahli satwa liar yang terlibat dalam investigasi, menyatakan, “Kami telah menemukan bukti kuat yang mengarah pada keracunan pestisida. Analisis awal menunjukkan adanya residu sianida dalam sampel yang diambil.” Ia menambahkan bahwa pihaknya sedang bekerja keras untuk mengidentifikasi jenis pestisida spesifik yang digunakan dan bagaimana kontaminasi ini bisa terjadi.
Pihak Taman Safari Nairobi sendiri telah mengeluarkan pernyataan resmi terkait insiden ini. Melalui juru bicaranya, mereka menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas kehilangan 15 gajah tersebut. “Kami sangat prihatin dengan kejadian ini dan berkomitmen penuh untuk bekerja sama dengan pihak berwenang guna mengungkap penyebabnya serta mencegah hal serupa terulang kembali,” ujar juru bicara tersebut.
Insiden ini menimbulkan kekhawatiran serius mengenai praktik penggunaan pestisida di area konservasi dan kebun binatang. Kematian gajah-gajah ini tidak hanya menjadi kehilangan bagi Taman Safari Nairobi, tetapi juga pukulan bagi upaya konservasi gajah di Kenya. Pihak berwenang diharapkan dapat segera memberikan hasil investigasi yang komprehensif dan mengambil langkah-langkah perbaikan yang tegas.
