Thursday, 20 August 2026
BREAKING
EKONOMI

Bank Indonesia Siapkan Fasilitas Transaksi Rupiah-Renminbi, Potensi Rp713 Triliun per Tahun

Oleh Yohanes August 20, 2026 2 hours lalu 0 komentar

Bank Indonesia (BI) berencana menunjuk satu bank nasional dari himpunan bank milik negara (Himbara) untuk berperan sebagai Renminbi Clearing Bank. Langkah ini diambil untuk memfasilitasi transaksi langsung antara Rupiah (IDR) dan Renminbi (CNY) di Indonesia.

Penunjukan ini merupakan bagian dari upaya BI untuk memperkuat kerja sama ekonomi bilateral antara Indonesia dan Tiongkok. Diharapkan, fasilitas ini akan membuka potensi transaksi yang signifikan, diperkirakan mencapai Rp713 triliun per tahun.

Keputusan ini disampaikan oleh Deputi Gubernur BI, Filianingsih Damayanti, dalam sebuah forum yang membahas prospek ekonomi Indonesia. “Kita akan menunjuk satu bank dari Himbara untuk menjadi Renminbi Clearing Bank,” ujar Filianingsih, yang menegaskan komitmen BI untuk mendukung penguatan hubungan ekonomi dengan Tiongkok.

Dengan adanya Renminbi Clearing Bank, transaksi antara mata uang Rupiah dan Renminbi tidak lagi memerlukan konversi melalui mata uang pihak ketiga seperti Dolar Amerika Serikat (USD). Hal ini diharapkan dapat mengurangi biaya transaksi, meningkatkan efisiensi, dan mempercepat arus perdagangan serta investasi antara kedua negara.

Filianingsih menambahkan, penunjukan bank tersebut akan menjadi tonggak penting dalam upaya perluasan penggunaan mata uang lokal dalam perdagangan internasional. “Ini adalah satu bagian dari upaya kita untuk melakukan perluasan penggunaan mata uang lokal dalam perdagangan internasional,” jelasnya.

Lebih lanjut, BI optimis bahwa fasilitas ini akan mendorong lebih banyak pelaku usaha di Indonesia untuk melakukan transaksi langsung dengan mitra bisnis mereka di Tiongkok. Potensi nilai transaksi sebesar Rp713 triliun per tahun mencerminkan besarnya peluang yang dapat dimanfaatkan melalui skema ini.

Selain itu, BI juga terus berupaya meningkatkan kerja sama dengan People’s Bank of China (PBoC) untuk memperkuat kerangka kerja sama mata uang lokal. Hal ini sejalan dengan komitmen Indonesia untuk mendorong penggunaan Rupiah dalam transaksi bilateral, serta mendukung stabilitas keuangan regional.

Langkah strategis ini diharapkan tidak hanya menguntungkan para pelaku usaha, tetapi juga berkontribusi pada penguatan posisi Rupiah di kancah internasional dan mengurangi ketergantungan pada mata uang Dolar AS dalam transaksi lintas batas.

Bagikan: Facebook X WhatsApp