Sedikitnya 17 orang dilaporkan tewas akibat banjir bandang yang melanda wilayah Rasuwa, sebuah daerah di utara Kathmandu yang berbatasan langsung dengan Tibet. Bencana alam dahsyat ini diperkirakan telah menyapu bersih sejumlah permukiman warga.
Peristiwa tragis ini terjadi pada hari Selasa, 22 Oktober 2019. Banjir bandang yang terjadi dengan cepat dan ganas ini diperkirakan berasal dari luapan Sungai Trishuli akibat curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah tersebut selama beberapa hari. Tingkat keparahan banjir ini menyebabkan kerusakan yang signifikan.
Pihak berwenang setempat, melalui juru bicara Kepolisian Distrik Rasuwa, Inspektur Kamal Thapa, menyatakan bahwa jumlah korban tewas masih bisa bertambah seiring dengan terus dilakukannya upaya pencarian dan evakuasi. “Kami masih terus melakukan pencarian dan evakuasi, jadi jumlah korban bisa saja bertambah,” ujar Inspektur Thapa pada Selasa malam.
Selain korban jiwa, banjir bandang ini juga dilaporkan menyebabkan kerugian materiil yang cukup besar. Sejumlah rumah warga dilaporkan hancur total, infrastruktur jalan dan jembatan mengalami kerusakan parah, serta lahan pertanian warga terendam lumpur. Hal ini tentu akan berdampak pada perekonomian masyarakat setempat yang sebagian besar bergantung pada pertanian.
Tim SAR gabungan dari berbagai unsur, termasuk kepolisian, tentara, dan relawan, telah dikerahkan ke lokasi kejadian untuk melakukan operasi penyelamatan dan pencarian korban yang masih hilang. Namun, upaya ini terkendala oleh kondisi medan yang sulit dan cuaca yang masih belum bersahabat. Arus sungai yang deras dan banyaknya puing-puing sisa banjir membuat personel SAR bekerja ekstra keras.
Pemerintah Nepal telah menyatakan status siaga bencana di wilayah terdampak dan berjanji akan memberikan bantuan penuh kepada para korban. Bantuan yang disalurkan meliputi kebutuhan dasar seperti makanan, air bersih, pakaian, serta tenda pengungsian. Koordinasi dengan pihak berwenang di Tibet juga terus dilakukan untuk memantau situasi di sepanjang perbatasan.
