Tuesday, 25 August 2026
BREAKING
DUNIA

Bagi Warga Bundelkhand, Panas Ekstrem Memperparah Ketimpangan Kasta dan Kelangkaan Air

Oleh Rini Widiyarti August 25, 2026 44 minutes lalu 0 komentar

Kawasan Bundelkhand, India, tengah menghadapi musim panas yang kian membakar, diperparah oleh kelangkaan air yang akut. Kondisi ini, menurut para aktivis, semakin memperdalam jurang ketimpangan sosial yang telah lama mengakar, khususnya terkait sistem kasta.

Para pegiat kemanusiaan menyoroti bagaimana perubahan iklim, yang manifestasinya berupa suhu ekstrem dan kekeringan, tidak hanya menguji ketahanan alam tetapi juga memperlebar kesenjangan antara kelompok masyarakat yang berbeda kasta di Bundelkhand. Para aktivis melaporkan, sejak awal April 2023, suhu di wilayah ini telah melonjak drastis, bahkan mencapai 46 derajat Celsius di beberapa lokasi.

“Perubahan iklim bukan hanya masalah lingkungan, tetapi juga masalah keadilan sosial,” ujar Vandana Shiva, seorang aktivis lingkungan terkemuka. Ia menambahkan, “Di Bundelkhand, dampaknya terasa lebih pahit bagi mereka yang berada di kasta lebih rendah karena akses mereka terhadap sumber daya, termasuk air, sangat terbatas.”

Data dari berbagai organisasi non-pemerintah di lapangan menunjukkan bahwa ketersediaan air bersih menjadi barang langka di banyak desa. Sumur-sumur mengering, dan sumber air permukaan menyusut drastis akibat musim kemarau yang berkepanjangan dan diperparah oleh pola cuaca yang tidak menentu.

Kelangkaan air ini secara tidak proporsional membebani perempuan dan anak-anak dari komunitas kasta rendah. Mereka adalah kelompok yang paling sering ditugaskan untuk mencari air, yang kini berarti perjalanan yang lebih jauh dan melelahkan di bawah terik matahari. “Kami harus berjalan berjam-jam hanya untuk mendapatkan beberapa ember air,” keluh seorang ibu rumah tangga dari kasta Dalit di distrik Mahoba, yang enggan disebutkan namanya. “Kadang, air yang kami dapatkan pun tidak bersih.”

Situasi ini diperburuk oleh kurangnya infrastruktur yang memadai untuk mengatasi krisis air, seperti pembangunan embung atau sistem irigasi yang efisien. Para aktivis mendesak pemerintah pusat dan daerah untuk segera mengambil tindakan nyata, tidak hanya dalam penanggulangan bencana alam tetapi juga dalam mengatasi akar masalah ketidakadilan sosial yang terekspos oleh perubahan iklim.

“Penting untuk memastikan bahwa semua warga negara, tanpa memandang kasta, memiliki akses yang sama terhadap air bersih dan perlindungan dari dampak perubahan iklim,” tegas Ajay Singh, seorang koordinator LSM yang bekerja di Bundelkhand. Ia menambahkan, “Jika tidak, panas yang membakar ini akan terus menjadi pengingat pahit akan kegagalan kita dalam membangun masyarakat yang adil dan setara.”

Bagikan: Facebook X WhatsApp