Badan Gizi Nasional (BGN) secara terbuka mengakui adanya tunggakan pembayaran senilai Rp1,61 triliun. Angka ini terungkap dalam Laporan Keuangan tahun 2025 yang baru saja dirilis oleh lembaga tersebut.
Pengakuan ini menjadi sorotan utama dalam laporan tersebut, mengindikasikan adanya tantangan finansial yang dihadapi oleh BGN. Besarnya nilai tunggakan ini menimbulkan pertanyaan mengenai efektivitas pengelolaan anggaran dan operasional lembaga.
Dalam laporan keuangan yang dipublikasikan, rincian mengenai pos-pos pengeluaran yang menyebabkan tunggakan ini belum sepenuhnya dijelaskan secara rinci. Namun, angka Rp1,61 triliun tersebut merujuk pada kewajiban pembayaran yang belum terselesaikan hingga akhir tahun fiskal 2025.
Dampak dari tunggakan ini terhadap program-program gizi nasional dan keberlanjutan operasional BGN masih menjadi perhatian. Pihak BGN diharapkan dapat memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai akar permasalahan tunggakan ini dan langkah-langkah konkret yang akan diambil untuk menyelesaikannya.
Meskipun demikian, BGN menegaskan komitmennya untuk terus menjalankan mandatnya dalam meningkatkan status gizi masyarakat Indonesia. Laporan Keuangan 2025 ini diharapkan dapat menjadi dasar evaluasi dan perbaikan tata kelola keuangan di masa mendatang.
