Seorang warga Desa Pangkalan Gondai, Kabupaten Pelalawan, Riau, terpaksa berjuang keras demi mempertahankan hidupnya setelah diserang oleh seekor beruang madu. Insiden tragis ini menyebabkan korban mengalami luka serius dan sempat kehilangan kesadaran akibat gigitan dan cakaran satwa liar tersebut.
Peristiwa nahas ini terjadi pada Selasa (28/5/2024) ketika korban, yang identitasnya belum dirilis secara resmi oleh pihak berwenang, sedang beraktivitas di sekitar kediamannya yang berbatasan dengan kawasan hutan. Diduga beruang madu tersebut masuk ke pemukiman warga karena gangguan habitat atau pencarian sumber makanan.
Menurut keterangan saksi mata di lokasi kejadian, korban sempat melakukan perlawanan sengit ketika beruang madu tersebut melancarkan serangan. Namun, kekuatan satwa liar itu ternyata lebih dominan, hingga korban tidak berdaya dan akhirnya pingsan akibat luka yang dideritanya. Warga setempat yang mendengar teriakan korban segera berdatangan untuk memberikan pertolongan.
Beruang madu, yang dikenal dengan nama latin *Helarctos malayanus*, merupakan salah satu spesies beruang yang habitatnya semakin terancam akibat alih fungsi lahan dan perambahan hutan. Keberadaan satwa ini di dekat permukiman warga seringkali menimbulkan konflik yang membahayakan keselamatan manusia.
Petugas dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Riau telah bergerak cepat menuju lokasi kejadian setelah menerima laporan. Upaya penangkapan dan evakuasi beruang madu tersebut sedang dilakukan untuk mencegah terjadinya serangan susulan terhadap warga. Pihak BKSDA juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan segera melaporkan jika melihat adanya satwa liar yang masuk ke area pemukiman.
Korban serangan beruang madu tersebut segera dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan medis intensif. Kondisi korban saat ini masih dalam pemantauan tim medis. Kejadian ini kembali menyoroti pentingnya upaya konservasi habitat satwa liar dan mitigasi konflik antara manusia dengan satwa liar di Riau.
