Thursday, 10 September 2026
BREAKING
DUNIA

AS Tahan Diri Tanggapi Sanksi Inggris ke Tepi Barat, Ada Apa?

Oleh Rini Widiyarti September 10, 2026 56 minutes lalu 0 komentar

Amerika Serikat menunjukkan respons yang terkesan tertahan terhadap langkah Inggris yang menjatuhkan sanksi terhadap individu-individu di Tepi Barat. Sikap ini diduga mencerminkan kekecewaan yang membara di Washington terhadap pemerintah Israel terkait isu Palestina.

Inggris sendiri secara tegas menuding pemerintah Israel telah menutup mata terhadap apa yang mereka sebut sebagai “pembersihan etnis” terhadap warga Palestina oleh para pemukim ilegal. Tuduhan ini menjadi dasar utama Inggris dalam mengambil langkah sanksi tersebut.

Meskipun demikian, reaksi dari Washington terbilang minim. Hal ini menimbulkan pertanyaan tentang dinamika hubungan AS-Israel yang mungkin sedang mengalami gesekan internal. Juru bicara Kementerian Luar Negeri AS, Matthew Miller, dalam sebuah pernyataan tertulis, hanya menyatakan bahwa AS “meninjau” situasi tersebut dan “terus berkomunikasi dengan para sekutu kami, termasuk Inggris.” Ia juga menambahkan, “Kami memiliki kekhawatiran tentang kekerasan di Tepi Barat.” Pernyataan ini, meskipun mengakui adanya kekerasan, tidak secara eksplisit mendukung atau mengutuk sanksi Inggris.

Langkah Inggris ini merupakan yang pertama kalinya dilakukan oleh negara Barat terhadap individu yang dituduh melakukan kekerasan terhadap warga Palestina di Tepi Barat. Kementeriaan Luar Negeri Inggris mengumumkan sanksi terhadap empat orang Israel, yang dituduh bertanggung jawab atas kekerasan terhadap warga Palestina. Keempat individu ini dilarang masuk ke Inggris dan aset mereka di Inggris akan dibekukan.

Sumber-sumber yang dekat dengan pemerintah AS mengungkapkan bahwa ada rasa frustrasi yang mendalam di kalangan pejabat AS terhadap kebijakan Israel di Tepi Barat. Kebijakan tersebut dianggap semakin memperburuk situasi kemanusiaan dan menghambat prospek solusi dua negara. Namun, AS, sebagai sekutu utama Israel, menghadapi dilema dalam menyikapi isu ini secara terbuka, terutama mengingat koalisi politik domestik yang sensitif.

Meskipun AS belum secara resmi mengomentari sanksi Inggris, para pengamat menilai bahwa respons yang hati-hati ini bisa menjadi sinyal bahwa Washington sedang mencari cara untuk memberikan tekanan yang lebih efektif kepada Israel tanpa merusak hubungan diplomatik secara permanen. Komunikasi yang “terus berlangsung” dengan Inggris, seperti yang diungkapkan Miller, bisa jadi merupakan bagian dari upaya koordinasi untuk mencari solusi bersama, atau setidaknya untuk menunjukkan solidaritas dalam menghadapi isu kemanusiaan yang semakin memprihatinkan.

Bagikan: Facebook X WhatsApp