Militer Amerika Serikat kini semakin mengandalkan sektor swasta untuk menjalankan misi pengintaian di luar angkasa yang kompleks. Langkah ini diambil sebagai respons atas meningkatnya ancaman senjata antariksa yang dikembangkan oleh negara rival seperti Rusia dan China.
Baru-baru ini, dua perusahaan rintisan antariksa, True Anomaly dan Rocket Lab, sukses menyelesaikan misi pertemuan di orbit yang sangat rumit. Operasi ini disebut sebagai misi Victus Haze yang mendemonstrasikan kemampuan inspeksi jarak dekat terhadap kendaraan luar angkasa lawan.
CEO True Anomaly, Even Rogers, menyebut misi ini sebagai salah satu operasi pertemuan antariksa paling kompleks dalam sejarah modern. Rogers yang merupakan veteran militer AS menekankan bahwa AS saat ini masih memiliki celah dalam kemampuan pengumpulan data intelijen di orbit.
Dalam latihan tersebut, Rocket Lab meluncurkan pesawat ruang angkasa bernama Puma hanya dalam waktu 16 jam 42 menit setelah menerima notifikasi. Kecepatan ini luar biasa karena peluncuran roket konvensional biasanya memerlukan persiapan berbulan-bulan.
Di sisi lain, pesawat Jackal milik True Anomaly telah menunggu di orbit untuk melakukan intersepsi. Tanpa mengetahui posisi pasti Puma, Jackal menggunakan sensor internal untuk mengidentifikasi target dari jarak 2.000 kilometer.
Pesawat Jackal kemudian terbang mendekati target dan mengelilinginya untuk mengambil citra berbagai bagian kendaraan tersebut. Setelah misi selesai, Jackal kembali ke titik awal tanpa kendala berarti.
Manuver ini menjadi sangat menantang karena kedua satelit tersebut bergerak dengan kecepatan mencapai 17.500 mil per jam. Latihan ini jauh lebih dinamis dibandingkan misi pemeliharaan satelit atau pembersihan sampah antariksa yang dilakukan perusahaan lain sebelumnya.
Ke depan, kedua perusahaan berencana melakukan latihan dengan tingkat kesulitan lebih tinggi. Skenario mendatang kemungkinan mencakup upaya Puma untuk menghindari kejaran Jackal sekaligus melakukan manuver inspeksi balasan.
True Anomaly sendiri didirikan pada tahun 2022 oleh Rogers bersama para pakar militer. Perusahaan ini telah mengumpulkan pendanaan lebih dari 1 miliar dolar AS, termasuk suntikan dana 650 juta dolar AS pada Maret lalu.
Kesuksesan ini menjadi modal penting bagi perusahaan untuk bersaing dalam program Andromeda milik Angkatan Luar Angkasa AS. Program senilai 6,2 miliar dolar AS tersebut memang dirancang untuk mencari solusi pengintaian yang lincah dari pihak swasta.
Seth Winterroth dari Eclipse Ventures menyatakan bahwa kekuatan utama True Anomaly terletak pada pemahaman mendalam tentang taktik dan doktrin pertempuran di luar angkasa. Bagi Rogers, demonstrasi kemampuan nyata adalah kunci utama untuk memenangkan kepercayaan militer dalam menghadapi dinamika geopolitik antariksa yang kian memanas.











