Sebuah penemuan arkeologis signifikan telah menggemparkan Mesir, mengungkap keberadaan kota kuno era Bizantium beserta kompleks pemakaman yang belum terjamah. Penemuan ini membawa serta artefak menarik, termasuk jenazah unik yang diberi ‘lidah emas’, diduga sebagai bekal spiritual untuk perjalanan ke alam baka.
Tim arkeolog Mesir berhasil menggali sebuah kota yang diperkirakan berasal dari era Bizantium. Situs ini ditemukan di sebuah lokasi yang belum diungkapkan secara detail, namun diperkirakan menyimpan banyak rahasia peradaban masa lampau. Penemuan ini merupakan bukti baru tentang jejak sejarah Bizantium di wilayah Mesir.
Selain struktur kota, penggalian juga membuahkan hasil berupa kompleks makam kuno. Di dalam salah satu makam tersebut, para peneliti menemukan sebuah jenazah yang kondisinya cukup baik. Keunikan jenazah ini terletak pada adanya ‘lidah emas’ yang ditempatkan di dalam mulutnya. Para ahli berteori bahwa praktik ini dilakukan oleh masyarakat kuno dengan keyakinan bahwa lidah emas tersebut akan membantu sang jenazah untuk berbicara dan bernegosiasi di alam baka.
Peneliti dari Kementerian Pariwisata dan Purbakala Mesir, yang enggan disebutkan namanya, menyatakan, “Temuan ini sangat penting karena memberikan gambaran baru mengenai praktik keagamaan dan kepercayaan masyarakat pada era Bizantium di Mesir.” Ia menambahkan, “Lidah emas ini bukan sekadar ornamen, melainkan sebuah artefak ritual yang sarat makna spiritual.”.
Temuan ini diharapkan dapat membuka jendela baru untuk memahami lebih dalam tentang interaksi budaya dan kepercayaan antara Mesir dan Kekaisaran Bizantium. Penelitian lebih lanjut akan dilakukan untuk menganalisis bahan lidah emas tersebut dan menggali konteks budaya di balik praktik penguburan yang unik ini.
