Arab Saudi menegaskan akan memberikan respons tegas menyusul serangan yang dilancarkan kelompok Houthi asal Yaman ke sejumlah kota dan fasilitas energi di wilayah Kerajaan. Serangan yang didukung Iran ini dilaporkan telah melukai 73 orang dan memicu kebakaran di fasilitas minyak.
Pihak berwenang Arab Saudi merinci bahwa serangan tersebut terjadi pada hari Minggu, 20 Maret 2022. Kelompok Houthi dilaporkan menargetkan berbagai lokasi, termasuk ibu kota Riyadh, serta fasilitas energi vital di Jizan dan Jeddah. Jubir Kementerian Energi Arab Saudi, Adel Al-Khateeb, mengkonfirmasi adanya insiden di fasilitas minyak milik Saudi Aramco di Jizan yang menyebabkan kebakaran.
Juru bicara Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi, Mayor Jenderal Mansour Al-Turki, menyatakan bahwa serangan tersebut menewaskan satu orang dan melukai 73 lainnya. Ia menambahkan, “Kami akan terus menanggapi tindakan agresi ini dengan kekuatan dan ketegasan.” Pernyataan ini menegaskan komitmen Arab Saudi untuk menjaga keamanan dan stabilitas negaranya dari ancaman yang datang.
Serangan ini menimbulkan kekhawatiran global terkait pasokan energi. Harga minyak sempat berfluktuasi akibat berita ini. Koalisi pimpinan Arab Saudi yang memerangi Houthi di Yaman sejak 2015, sebelumnya telah berulang kali memperingatkan tentang potensi eskalasi konflik akibat tindakan kelompok tersebut. Serangan terbaru ini menambah daftar panjang insiden serupa yang semakin memperkeruh situasi di kawasan.
Kelompok Houthi sendiri melalui juru bicara militer mereka, Yahya Saree, mengklaim bertanggung jawab atas serangan drone dan rudal tersebut. Ia menyatakan bahwa serangan ini merupakan respons terhadap agresi yang terus berlanjut di Yaman. “Operasi kami akan terus berlanjut dan meluas,” ujar Saree dalam sebuah pernyataan yang disiarkan televisi Al Masirah milik Houthi, menegaskan tekad mereka untuk melanjutkan kampanye militer.
