Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengumumkan bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di wilayah Jawa Barat berhasil mencatatkan surplus regional sebesar Rp22,02 triliun hingga akhir Juli 2026. Angka ini menunjukkan kinerja positif dalam pengelolaan fiskal di salah satu provinsi dengan perekonomian terbesar di Indonesia.
Surplus yang signifikan ini merupakan hasil dari keseimbangan antara penerimaan negara yang kuat dan efektivitas belanja pemerintah di Jawa Barat. Purbaya Yudhi Sadewa merinci bahwa realisasi penerimaan negara di provinsi tersebut melampaui target yang ditetapkan, sementara realisasi belanja juga dikelola dengan prinsip efisiensi dan prioritas.
Dalam keterangannya, Purbaya Yudhi Sadewa menekankan pentingnya menjaga momentum positif ini. “Kami optimis dengan pencapaian ini. Surplus ini memberikan ruang fiskal yang lebih luas untuk berbagai program pembangunan dan pemulihan ekonomi yang sedang berjalan di Jawa Barat,” ujar Menteri Keuangan.
Lebih lanjut, Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan bahwa keberhasilan ini juga didukung oleh berbagai kebijakan stimulus ekonomi yang telah diluncurkan pemerintah, yang dampaknya mulai terasa signifikan di tingkat regional. Sektor-sektor unggulan di Jawa Barat, seperti industri manufaktur dan jasa, menunjukkan pertumbuhan yang memuaskan, berkontribusi pada peningkatan penerimaan negara.
Meskipun demikian, Menteri Keuangan mengingatkan bahwa tantangan ekonomi global masih perlu diwaspadai. Oleh karena itu, strategi pengelolaan APBN di Jawa Barat akan terus dievaluasi dan disesuaikan untuk memastikan keberlanjutan pertumbuhan ekonomi dan stabilitas fiskal di masa mendatang. Fokus tetap pada peningkatan kualitas belanja negara agar lebih berdampak langsung kepada masyarakat.
