Wednesday, 26 August 2026
BREAKING
DUNIA

Anggota Parlemen Israel Hancurkan Monumen Palestina dengan Palu Besi, Tuai Kecaman

Oleh Rini Widiyarti August 26, 2026 1 hour lalu 0 komentar

Seorang anggota parlemen dari sayap kanan Israel, Zvi Sukkot, dilaporkan menghancurkan sebuah monumen Palestina menggunakan palu besi. Tindakan tersebut memicu gelombang kecaman luas, termasuk dari Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

Peristiwa ini terjadi pada hari Selasa, 16 Januari 2024, di wilayah yang disengketakan. Sukkot, yang merupakan anggota Knesset dari partai Otzma Yehudit, terekam dalam video sedang memukul monumen yang didirikan untuk mengenang warga Palestina yang tewas dalam bentrokan di desa Burqa. Monumen tersebut bertuliskan nama-nama para korban.

Tindakan Sukkot menuai reaksi keras dari berbagai pihak. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat menyatakan keprihatinan mendalam atas insiden tersebut, menekankan pentingnya mencegah eskalasi kekerasan di Tepi Barat. “Kami sangat prihatin dengan laporan mengenai tindakan perusakan monumen Palestina di Tepi Barat,” ujar juru bicara tersebut, yang juga menegaskan kembali komitmen AS untuk stabilitas di wilayah tersebut.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu juga mengecam tindakan Sukkot. Melalui juru bicaranya, Netanyahu menyatakan bahwa tindakan tersebut tidak dapat diterima. “Perdana Menteri Netanyahu mengutuk keras tindakan perusakan monumen tersebut dan memerintahkan penyelidikan segera,” demikian pernyataan dari kantor Perdana Menteri.

Insiden ini menambah ketegangan yang sudah ada di Tepi Barat, di mana kekerasan antara warga Palestina dan pemukim Israel telah meningkat dalam beberapa bulan terakhir, terutama sejak eskalasi konflik di Gaza pada Oktober 2023. Kelompok-kelompok hak asasi manusia telah berulang kali memperingatkan tentang peningkatan serangan terhadap warga Palestina dan properti mereka di Tepi Barat, yang seringkali difasilitasi atau dibiarkan oleh pasukan keamanan Israel.

Tindakan Sukkot, yang merupakan bagian dari koalisi pemerintahan sayap kanan Netanyahu, kembali menyoroti perpecahan politik yang mendalam di Israel terkait penanganan konflik Palestina-Israel. Para kritikus berpendapat bahwa tindakan semacam ini hanya akan memperburuk situasi dan menghambat upaya perdamaian.

Bagikan: Facebook X WhatsApp