Di tengah lanskap digital yang terus berubah, di mana algoritma mendominasi, merek dituntut untuk lebih dari sekadar hadir. Angela Tanoesoedibjo, Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, menegaskan bahwa di era algoritma saat ini, merek harus mampu menjadi sesuatu yang layak dicari oleh konsumen. Pernyataan ini disampaikan dalam sesi Asia Pacific Marketing Forum (APMF) 2026 yang berlangsung pada tanggal 23-24 Mei 2026.
Pergeseran perilaku konsumen yang didorong oleh kemajuan teknologi yang pesat, menjamurnya kreator konten, dan fragmentasi media digital telah membuat perhatian publik menjadi komoditas yang langka. Dalam kondisi seperti ini, Angela Tanoesoedibjo menekankan strategi yang harus diadopsi oleh para pemasar dan pemilik merek.
Beliau menggarisbawahi bahwa kunci untuk bertahan dan berkembang adalah dengan memastikan merek memiliki nilai intrinsik yang membuat konsumen secara proaktif mencarinya. “Saya percaya bahwa di era algoritma, merek harus menjadi ‘worth searching for’. Ini berarti merek harus menawarkan nilai yang otentik, relevan, dan menarik bagi audiens target mereka, sehingga konsumen termotivasi untuk mencari informasi lebih lanjut atau berinteraksi dengan merek tersebut,” ujar Angela Tanoesoedibjo.
Lebih lanjut, Angela Tanoesoedibjo menjelaskan bahwa untuk mencapai status ‘worth searching for’, merek perlu berinvestasi dalam membangun narasi yang kuat, menciptakan pengalaman pelanggan yang unik, dan memanfaatkan data secara cerdas untuk memahami serta memenuhi kebutuhan konsumen yang terus berkembang. Kehadiran di berbagai platform digital saja tidak lagi cukup; merek harus mampu menonjol dan memberikan alasan yang kuat bagi konsumen untuk berinteraksi.
Dalam forum yang dihadiri oleh para profesional pemasaran dari seluruh kawasan Asia Pasifik, Angela Tanoesoedibjo juga menyinggung pentingnya kolaborasi dengan kreator konten yang memiliki audiens yang relevan dan sesuai dengan nilai merek. Sinergi ini diharapkan dapat memperkuat pesan merek dan menjangkau konsumen di tengah derasnya arus informasi digital.
APMF 2026 sendiri bertujuan untuk menjadi platform diskusi dan berbagi pengetahuan mengenai tren terkini dalam dunia pemasaran, khususnya dalam menghadapi tantangan dan peluang di era digital yang semakin kompleks. Sesi yang menghadirkan Angela Tanoesoedibjo menjadi salah satu sorotan utama, memberikan wawasan berharga bagi para peserta mengenai strategi pemasaran yang adaptif dan berpusat pada konsumen.
