Saturday, 12 September 2026
BREAKING
DUNIA

Ancaman Houthi di Selat Bab al-Mandab Picu Kekhawatiran Dampak Perdagangan Global dan Harga Minyak

Oleh Rini Widiyarti September 11, 2026 1 hour lalu 0 komentar

Kemajuan kelompok Houthi di Yaman yang berhasil merebut wilayah strategis di dekat Selat Bab al-Mandab menimbulkan kekhawatiran serius terhadap kelancaran perdagangan global dan stabilitas harga minyak dunia. Selat ini merupakan jalur pelayaran vital yang menjadi gerbang utama bagi lalu lintas kapal tanker minyak dan kargo internasional.

Analis memperingatkan bahwa eskalasi konflik di wilayah tersebut dapat mengganggu arus pasokan energi global. “Potensi gangguan terhadap pengiriman minyak melalui Bab al-Mandab adalah ancaman nyata yang dapat memicu lonjakan harga minyak mentah secara signifikan,” ujar seorang analis energi yang enggan disebutkan namanya. Kawasan ini sendiri merupakan salah satu jalur tersibuk di dunia, dengan jutaan barel minyak mentah melintas setiap harinya.

Serangan terbaru oleh Houthi, yang dilaporkan terjadi pada Minggu, 19 November 2023, semakin memperburuk situasi yang sudah tegang. Penguasaan wilayah baru ini secara efektif memperluas jangkauan pengaruh Houthi di sekitar selat krusial tersebut, meningkatkan risiko insiden yang dapat mengganggu pelayaran. Sebelumnya, pada 15 November 2023, Houthi telah mengumumkan larangan pelayaran menuju Israel, yang semakin menambah kompleksitas geopolitik di kawasan tersebut.

Dampak dari potensi gangguan di Selat Bab al-Mandab tidak hanya terbatas pada sektor energi. Perusahaan pelayaran besar dunia pun mulai mengambil langkah antisipasi. Maersk, salah satu perusahaan pelayaran terbesar di dunia, telah mengumumkan penghentian sementara semua pelayaran yang melewati Laut Merah melalui Selat Bab al-Mandab. Keputusan ini diambil setelah adanya serangan terhadap kapal kargo mereka, Maersk Hangzhou, pada Selasa, 2 Januari 2024. “Kami menginstruksikan semua kapal Maersk untuk menunda semua pelayaran melalui Laut Merah untuk sementara waktu,” demikian pernyataan resmi Maersk.

Situasi ini juga menarik perhatian badan-badan internasional. Dewan Keamanan PBB telah menyerukan agar Houthi segera menghentikan serangan terhadap kapal-kapal sipil dan militer di Laut Merah. Pernyataan ini disampaikan pada Kamis, 11 Januari 2024, menekankan pentingnya menjaga kebebasan navigasi dan stabilitas regional. Para diplomat menekankan bahwa tindakan Houthi tidak dapat dibenarkan dan berpotensi menimbulkan konsekuensi yang lebih luas bagi keamanan maritim global.

Ketegangan di Selat Bab al-Mandab menambah daftar panjang tantangan yang dihadapi perdagangan internasional di tengah ketidakpastian ekonomi global. Jika situasi tidak segera mereda, para pelaku pasar diperkirakan akan terus menghadapi volatilitas harga komoditas, terutama minyak, serta potensi kenaikan biaya logistik akibat rute pelayaran yang terpaksa dialihkan.

Bagikan: Facebook X WhatsApp