Friday, 31 July 2026
BREAKING
EKONOMI

Ancaman Ganda Rupiah: Tekanan Global dan Kerentanan Domestik Picu Kekhawatiran

Oleh Yohanes July 31, 2026 1 hour lalu 0 komentar

Rupiah Indonesia menghadapi ancaman ganda dari faktor global dan kerentanan domestik, yang berpotensi menimbulkan dampak serius jika tidak segera diantisipasi. Peringatan ini datang dari peneliti Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI), Teuku Riefky.

Menurut Teuku Riefky, tekanan ekonomi yang terjadi tidak hanya terbatas pada sektor ekonomi semata. Ia menekankan bahwa stabilitas sosial juga dapat terpengaruh secara signifikan apabila situasi ini tidak dikelola dengan baik. Hal ini menggarisbawahi urgensi penanganan yang komprehensif.

Dalam analisisnya, Teuku Riefky mengidentifikasi sejumlah faktor yang berkontribusi pada kerentanan Rupiah. Tekanan global, seperti ketidakpastian geopolitik dan kebijakan moneter negara-negara maju, turut memberikan pengaruh negatif. Sementara itu, kerentanan domestik yang meliputi defisit transaksi berjalan dan tingkat inflasi yang perlu dikendalikan, semakin memperparah posisi mata uang Garuda.

Lebih lanjut, Teuku Riefky mengemukakan bahwa pelemahan Rupiah dapat memicu kenaikan harga barang-barang impor, yang pada gilirannya akan membebani daya beli masyarakat. Hal ini berpotensi menciptakan spiral inflasi yang sulit dikendalikan, berdampak langsung pada kesejahteraan rumah tangga di Indonesia.

Oleh karena itu, diperlukan langkah-langkah strategis dan terpadu dari pemerintah dan Bank Indonesia. Penguatan fundamental ekonomi domestik, seperti peningkatan ekspor dan investasi, serta pengelolaan kebijakan fiskal dan moneter yang hati-hati, menjadi kunci untuk memitigasi risiko yang ada. Selain itu, komunikasi publik yang efektif mengenai langkah-langkah penanganan juga penting untuk menjaga kepercayaan pasar dan publik.

Bagikan: Facebook X WhatsApp