Tuesday, 8 September 2026
BREAKING
POLITIK

Anak Krakatau Kembali Bergejolak, Tiga Erupsi Tercatat Sejak Dini Hari

Oleh Danu Ilham September 8, 2026 17 minutes lalu 0 komentar

Gunung Anak Krakatau dilaporkan kembali menunjukkan aktivitas vulkanik signifikan pada Selasa, 8 September 2026. Tiga kali letusan dilaporkan terekam oleh seismograf sejak dini hari hingga pagi ini, menandakan peningkatan kewaspadaan terhadap gunung berapi yang terletak di Selat Sunda tersebut.

Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) telah mengonfirmasi rangkaian erupsi ini. Hingga berita ini diturunkan, status aktivitas Gunung Anak Krakatau masih berada pada Level III atau Siaga. Peningkatan status ini telah diberlakukan sejak 17 Mei 2024 lalu dan belum ada perubahan.

Berdasarkan data yang dihimpun, letusan pertama terjadi pada pukul 02:30 WIB, diikuti oleh letusan kedua pada pukul 04:15 WIB. Letusan ketiga kemudian tercatat pada pukul 06:00 WIB. Kolom abu dari ketiga erupsi tersebut dilaporkan memiliki ketinggian yang bervariasi, namun PVMBG belum merinci ketinggian pasti dari masing-masing letusan tersebut.

Meskipun aktivitas vulkanik terus berlangsung, PVMBG mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpancing isu-isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Pihaknya terus memantau perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau secara intensif.

Sejak dini hari, aktivitas erupsi Anak Krakatau ini telah menjadi perhatian utama. PVMBG menegaskan bahwa status Siaga Level III ini dikeluarkan berdasarkan pengamatan visual dan instrumental yang menunjukkan peningkatan aktivitas gunung. Pihak berwenang mengingatkan agar tidak ada aktivitas masyarakat di dalam radius yang telah ditetapkan sebagai zona berbahaya.

Radius aman yang direkomendasikan oleh PVMBG adalah sejauh 5 kilometer dari puncak kawah aktif. Masyarakat yang tinggal di sekitar pesisir pantai diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi bencana susulan, termasuk kemungkinan terjadinya tsunami akibat erupsi atau longsoran material vulkanik ke laut. Namun, hingga saat ini, belum ada laporan mengenai ancaman tsunami.

PVMBG terus berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait, termasuk Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan pemerintah daerah, untuk memastikan kesiapsiagaan dan penanganan jika terjadi hal yang tidak diinginkan. Informasi terkini mengenai aktivitas Gunung Anak Krakatau akan terus disampaikan kepada publik melalui kanal resmi PVMBG.

Bagikan: Facebook X WhatsApp