Saturday, 5 September 2026
BREAKING
POLITIK

Anak Krakatau Erupsi, PVMBG Imbau Masyarakat Tetap Waspada dan Tidak Panik

Oleh Danu Ilham September 5, 2026 58 minutes lalu 0 komentar

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengeluarkan peringatan kepada masyarakat untuk tetap waspada menyusul terjadinya erupsi Gunung Anak Krakatau. Aktivitas vulkanik ini juga disertai dengan dentuman yang terdengar di beberapa wilayah.

PVMBG mencatat bahwa erupsi Gunung Anak Krakatau terjadi pada hari Selasa, 23 April 2024, pukul 00:17 WIB. Kolom abu vulkanik yang dikeluarkan membumbung tinggi hingga mencapai 1.000 meter di atas puncak kawah. Abu tersebut teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal, condong ke arah barat laut.

Kepala PVMBG, Hendra Gunawan, menegaskan bahwa status aktivitas Gunung Anak Krakatau saat ini masih berada pada Level III atau Siaga. “Kami mengimbau masyarakat agar tidak panik namun tetap waspada terhadap potensi bahaya yang mungkin timbul,” ujar Hendra Gunawan dalam keterangan resminya.

Lebih lanjut, Hendra Gunawan menjelaskan bahwa potensi bahaya yang perlu diwaspadai meliputi kemungkinan terjadinya lontaran batuan pijar, hujan abu lebat, serta aliran lava pijar. Selain itu, masyarakat juga diminta berhati-hati terhadap potensi tsunami susulan apabila terjadi erupsi yang cukup besar yang dapat memicu amblesan tubuh Gunung Anak Krakatau.

Oleh karena itu, PVMBG merekomendasikan agar masyarakat dan wisatawan tidak melakukan aktivitas di dalam radius lima kilometer dari kawah aktif Gunung Anak Krakatau. “Zona larangan ini penting untuk dipatuhi demi keselamatan bersama,” tambahnya.

Dentuman yang menyertai erupsi tersebut dilaporkan terdengar hingga ke beberapa daerah di pesisir Banten, termasuk Kabupaten Serang dan Pandeglang. Meskipun demikian, PVMBG belum merilis data spesifik mengenai tingkat keparahan dentuman tersebut atau dampaknya terhadap wilayah yang lebih luas.

Masyarakat diimbau untuk terus memantau informasi resmi yang dikeluarkan oleh PVMBG dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengenai perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau. Kesiapsiagaan dan kewaspadaan adalah kunci utama dalam menghadapi potensi bencana alam.

Bagikan: Facebook X WhatsApp