Saturday, 12 September 2026
BREAKING
DUNIA

Aljazair Putus Hubungan Diplomatik dengan UEA Akibat Tindakan Provokatif

Oleh Heni Maulidya September 12, 2026 1 hour lalu 0 komentar

Aljazair secara resmi mengumumkan penghentian hubungan diplomatik dengan Uni Emirat Arab (UEA) pada Selasa, 16 Maret 2021. Keputusan drastis ini diambil lantaran Aljazair merasa tidak dapat lagi mentoleransi apa yang mereka sebut sebagai “tindakan provokatif dan bermusuhan” dari pihak UEA.

Menteri Luar Negeri Aljazair, Sabri Boukadoum, dalam konferensi pers di Aljir, menjelaskan bahwa hubungan diplomatik kedua negara telah mencapai titik nadir. Ia menyatakan, “Kami tidak bisa lagi menoleransi tindakan-tindakan UEA yang kami anggap provokatif dan bermusuhan.” Pernyataan ini menegaskan ketidakpuasan mendalam Aljazair terhadap kebijakan dan langkah-langkah yang diambil oleh UEA di berbagai forum regional dan internasional.

Boukadoum merinci lebih lanjut bahwa Aljazair telah berulang kali menyampaikan keprihatinan dan keberatannya terhadap sikap UEA. Namun, upaya-upaya diplomasi tersebut tampaknya tidak membuahkan hasil yang diharapkan. “Kami telah berusaha untuk menyelesaikan perbedaan kami, namun tampaknya tidak ada kemajuan yang berarti,” ujar Boukadoum tanpa merinci lebih lanjut mengenai sifat spesifik dari tindakan UEA yang dianggap merugikan Aljazair.

Keputusan ini menandai eskalasi ketegangan antara kedua negara, yang sebelumnya telah menunjukkan adanya keretakan dalam hubungan bilateral. Meskipun Aljazair tidak memberikan daftar lengkap mengenai tindakan-tindakan yang dimaksud, pernyataan resmi pemerintah Aljazair mengindikasikan adanya ketidaksepakatan mendasar terkait isu-isu regional yang sensitif. Aljazair, sebagai negara besar di Afrika Utara, memiliki pandangan geopolitik yang seringkali berbeda dengan beberapa negara Teluk, termasuk UEA.

Penghentian hubungan diplomatik ini tentu akan memiliki implikasi yang signifikan bagi hubungan di kawasan Timur Tengah dan Afrika Utara. Aljazair, dengan posisinya yang strategis, merupakan pemain penting dalam dinamika politik regional. Langkah ini juga dapat memicu reaksi dari negara-negara lain dan mempengaruhi koalisi atau aliansi yang ada di kawasan tersebut.

Bagikan: Facebook X WhatsApp