PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menegaskan bahwa operasional layanan penyeberangan di lintas Merak-Bakauheni berjalan normal meskipun terjadi erupsi pada Gunung Anak Krakatau. Perusahaan terus melakukan pemantauan ketat terhadap kondisi terkini.
Pihak ASDP menyatakan bahwa hingga saat ini, tidak ada dampak signifikan yang dirasakan terhadap kelancaran pelayaran antara Pulau Jawa dan Sumatera. Evaluasi secara berkala terus dilakukan untuk memastikan keamanan dan kenyamanan pengguna jasa.
Kepala Cabang ASDP Merak, Suharto, dalam keterangan resminya pada Kamis (20/07/2023) lalu, menyampaikan, “Kami terus memantau perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau. Sampai saat ini, kondisi di perairan Merak-Bakauheni masih aman dan layanan tetap berjalan seperti biasa.”
Beliau menambahkan, ASDP selalu berkoordinasi dengan pihak terkait, termasuk BMKG dan otoritas pelabuhan, untuk mendapatkan informasi terkini mengenai status aktivitas vulkanik dan kondisi cuaca di Selat Sunda. “Kami memastikan bahwa setiap keputusan operasional didasarkan pada data dan rekomendasi dari lembaga yang berwenang,” ujar Suharto.
Erupsi Gunung Anak Krakatau yang terjadi pada tanggal tersebut dilaporkan mengeluarkan kolom abu vulkanik setinggi kurang lebih 500 meter dari puncaknya. Kejadian ini terekam seismograf dengan amplitudo maksimum 45 mm dan durasi 124 detik. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) sendiri menempatkan status Gunung Anak Krakatau pada Level III atau Siaga.
Meskipun demikian, dampak langsung terhadap aktivitas pelayaran di Selat Sunda belum dilaporkan. Jarak aman yang ditetapkan oleh PVMBG untuk aktivitas Gunung Anak Krakatau adalah 5 kilometer dari pusat kawah aktif. Lokasi lintasan penyeberangan Merak-Bakauheni diketahui berada di luar zona aman tersebut.
ASDP mengimbau kepada seluruh pengguna jasa untuk tetap tenang dan mengikuti informasi resmi yang dikeluarkan oleh perusahaan dan otoritas terkait. Kesiapan armada dan personel terus dijaga untuk mengantisipasi segala kemungkinan yang dapat terjadi.
