Saturday, 8 August 2026
BREAKING
DUNIA

AIPAC Gelontorkan Dana Puluhan Juta Dolar untuk Lawan Calon Senator Muslim AS Abdul El Sayed

Oleh Heni Maulidya August 8, 2026 1 hour lalu 0 komentar

Organisasi pelobi pro-Israel, American Israel Public Affairs Committee (AIPAC), dilaporkan tengah bersiap untuk mengerahkan kekuatan finansialnya dalam jumlah besar demi menggagalkan pencalonan Abdul El Sayed sebagai senator Amerika Serikat. Dana puluhan juta dolar AS ini dikabarkan akan dialokasikan untuk menentang El Sayed dalam pemilihan paruh waktu mendatang.

Langkah agresif ini menjadi sorotan mengingat El Sayed merupakan seorang Muslim dan berpotensi menjadi senator Muslim pertama dari Michigan. Keputusan AIPAC untuk turun tangan secara langsung dalam pemilihan calon senator ini menunjukkan tingginya perhatian organisasi tersebut terhadap perhelatan politik di Amerika Serikat, khususnya yang berkaitan dengan figur Muslim dalam kancah politik nasional.

Meskipun detail spesifik mengenai strategi yang akan digunakan belum sepenuhnya terungkap, sumber-sumber internal mengindikasikan bahwa AIPAC akan memanfaatkan basis anggotanya yang luas dan jaringan pendukungnya untuk melancarkan kampanye penolakan terhadap El Sayed. Pengeluaran dana yang signifikan ini menggarisbawahi keseriusan AIPAC dalam upayanya untuk memengaruhi hasil pemilihan di negara bagian tersebut.

Pihak AIPAC sendiri belum memberikan pernyataan resmi terkait rencana pengucuran dana ini. Namun, pemberitaan mengenai kesiapan mereka untuk menggelontorkan puluhan juta dolar AS ini telah menimbulkan spekulasi dan perdebatan mengenai peran lobi asing dalam proses demokrasi Amerika. El Sayed, yang sebelumnya menjabat sebagai Walikota Hamtramck, dinilai memiliki rekam jejak yang cukup kuat, namun potensi penentangan dari kelompok kepentingan seperti AIPAC diprediksi akan menjadi tantangan berat dalam kampanyenya.

Keputusan AIPAC untuk menargetkan El Sayed secara khusus ini juga membuka kembali diskusi mengenai isu-isu sensitif terkait agama dan politik di Amerika Serikat. Sejumlah pengamat politik berpendapat bahwa langkah ini bisa jadi akan memicu polarisasi lebih lanjut, sekaligus menguji seberapa besar pengaruh kelompok lobi dalam menentukan figur yang akan mewakili rakyat di kursi legislatif.

Bagikan: Facebook X WhatsApp