Thursday, 23 July 2026
BREAKING
DUNIA

Afrika Selatan Sebut Petisi ICC Ghana ‘Oportunistik’ soal Serangan Migran

Oleh Rini Widiyarti July 23, 2026 1 hour lalu 0 komentar

Pemerintah Afrika Selatan melontarkan kritik pedas terhadap petisi yang diajukan oleh kelompok warga Ghana ke Mahkamah Pidana Internasional (ICC). Petisi tersebut menyoroti kekerasan yang dialami para migran di Afrika Selatan, yang diklaim oleh penggugat berpotensi sebagai kejahatan terhadap kemanusiaan.

Menurut Afrika Selatan, langkah hukum yang diambil oleh warga Ghana ini dinilai ‘oportunistik’ dan tidak mencerminkan upaya kolaboratif dalam menangani isu migrasi yang kompleks. Pernyataan ini disampaikan sebagai respons langsung terhadap pengajuan petisi tersebut ke ICC.

Petisi yang diajukan oleh grup warga Ghana ini secara spesifik mengargumentasikan bahwa gelombang kekerasan yang menargetkan para migran di Afrika Selatan telah mencapai tingkat yang mengkhawatirkan. Mereka berpendapat bahwa insiden-insiden ini, jika dilihat secara kolektif dan sistematis, dapat dikategorikan sebagai kejahatan terhadap kemanusiaan sesuai dengan hukum internasional.

Pemerintah Afrika Selatan, melalui juru bicaranya, menegaskan bahwa mereka tetap berkomitmen untuk melindungi hak asasi semua orang di wilayahnya, termasuk para migran. Namun, mereka juga menekankan pentingnya pendekatan yang konstruktif dan dialog antarnegara dalam menyelesaikan permasalahan lintas batas seperti migrasi dan xenofobia. Pengajuan petisi ke forum internasional tanpa melalui jalur diplomasi yang memadai dianggap sebagai langkah prematur.

Lebih lanjut, Afrika Selatan menyayangkan bahwa petisi tersebut tidak mempertimbangkan upaya-upaya yang telah dan sedang dilakukan oleh pemerintah untuk mengatasi akar permasalahan kekerasan terhadap migran. Mereka menganggap bahwa narasi yang dibangun oleh petisi tersebut cenderung menyederhanakan isu yang sebenarnya jauh lebih kompleks dan multidimensional, serta berpotensi menimbulkan kesalahpahaman di tingkat internasional.

Pemerintah Afrika Selatan berulang kali menyatakan bahwa mereka memandang serius setiap bentuk kekerasan dan diskriminasi. Namun, mereka merasa bahwa tudingan kejahatan terhadap kemanusiaan yang dilayangkan melalui petisi ini bersifat berlebihan dan tidak adil, mengingat berbagai inisiatif yang telah digulirkan untuk meningkatkan toleransi dan penegakan hukum terhadap pelaku kekerasan.

Bagikan: Facebook X WhatsApp