Friday, 24 July 2026
BREAKING
BERITA

ADB dan UNIDO Desak Negara Asia Pasifik Tingkatkan Peran di Sektor Manufaktur Global

Oleh Emanuel July 24, 2026 1 hour lalu 0 komentar

Lembaga keuangan internasional Asian Development Bank (ADB) bersama dengan United Nations Industrial Development Organization (UNIDO) baru-baru ini mengeluarkan peringatan penting bagi negara-negara di kawasan Asia Pasifik, termasuk Indonesia. Keduanya menyerukan agar negara-negara ini tidak hanya menjadi penonton pasif dalam perkembangan pesat sektor manufaktur global, melainkan mengambil peran yang lebih proaktif.

Dalam laporan terbarunya, ADB dan UNIDO menyoroti tren terkini yang membentuk lanskap manufaktur dunia. Kedua organisasi menekankan pentingnya negara-negara Asia Pasifik untuk tidak ketinggalan dalam evolusi ini, yang semakin didorong oleh inovasi teknologi dan perubahan permintaan pasar.

ADB dan UNIDO secara spesifik mendesak negara-negara di kawasan ini untuk lebih fokus pada peningkatan nilai tambah dalam rantai pasok global. Alih-alih hanya menjadi pusat produksi barang mentah atau komponen dasar, negara-negara seperti Indonesia diharapkan dapat naik kelas menjadi produsen barang jadi bernilai tinggi dan inovatif. Hal ini sejalan dengan upaya global untuk membangun manufaktur yang lebih berkelanjutan dan tangguh.

Kedua lembaga multinasional tersebut juga menggarisbawahi perlunya investasi yang lebih besar dalam riset dan pengembangan (R&D), serta peningkatan keterampilan tenaga kerja. “Kita perlu melihat bagaimana negara-negara di Asia Pasifik dapat bertransformasi dari sekadar basis manufaktur menjadi pusat inovasi dan desain,” ujar seorang perwakilan dari ADB dalam sebuah diskusi terkait. Pernyataan ini menegaskan ambisi untuk menggeser paradigma produksi.

UNIDO, yang memiliki mandat untuk mendorong industrialisasi yang inklusif dan berkelanjutan, menambahkan bahwa kolaborasi antarnegara dan kemitraan dengan sektor swasta akan menjadi kunci. “Kerja sama regional dan pemanfaatan teknologi baru akan memungkinkan negara-negara untuk bersaing lebih efektif di panggung global,” ungkap pihak UNIDO. Fokus pada digitalisasi dan otomatisasi juga disebut sebagai elemen krusial dalam strategi manufaktur masa depan.

Pesan dari ADB dan UNIDO ini datang pada saat yang krusial, di mana ketegangan geopolitik dan perubahan iklim menuntut adaptasi cepat dalam sektor industri. Negara-negara Asia Pasifik, yang telah lama menjadi tulang punggung manufaktur dunia, kini dihadapkan pada tantangan sekaligus peluang untuk mendefinisikan ulang peran mereka di era industri 4.0 dan seterusnya.

Bagikan: Facebook X WhatsApp