Wednesday, 2 September 2026
BREAKING
EKONOMI

Harga Pangan Meroket, Pedagang Ungkap Beban Ganda Konsumen dan Peternak

Oleh Yohanes September 1, 2026 2 hours lalu 0 komentar

Kenaikan harga bahan pangan pokok kembali membebani masyarakat, terutama ibu rumah tangga. Harga daging ayam potong kini melonjak drastis hingga mencapai Rp50.000 per kilogram. Lonjakan ini tidak hanya terjadi pada komoditas ayam, tetapi juga merambat ke daging sapi, beras, dan berbagai jenis sayuran.

Kondisi ini tentu saja membuat konsumen menjerit. Daya beli masyarakat terpukul akibat tingginya harga kebutuhan pokok. Di sisi lain, para pedagang di pasar tradisional turut merasakan dampak negatif dari fluktuasi harga ini.

Salah seorang pedagang di Pasar Senen, Jakarta Pusat, yang enggan disebutkan namanya, mengungkapkan bahwa kenaikan harga daging ayam potong ini sudah berlangsung sejak awal bulan. Ia menjelaskan, “Sudah beberapa minggu ini harga ayam naik terus. Awalnya Rp38.000, sekarang sudah Rp50.000.” Ia menambahkan bahwa lonjakan ini terjadi secara bertahap, membuat konsumen kaget dan mengurangi pembelian.

Lebih lanjut, pedagang tersebut membeberkan beberapa faktor yang diduga menjadi pemicu utama kenaikan harga pangan. Menurutnya, pasokan yang mulai menipis menjadi salah satu penyebab utama. “Stok ayam sekarang kurang, jadi harganya naik,” ujarnya.

Selain masalah pasokan, biaya operasional peternak yang membengkak juga disebut-sebut berkontribusi pada tingginya harga jual. Kenaikan harga pakan ternak, obat-obatan, dan biaya transportasi menjadi beban tambahan bagi para peternak. Hal ini memaksa mereka untuk menaikkan harga jual agar tetap bisa beroperasi.

Kondisi ini menciptakan dilema. Di satu sisi, konsumen merasakan beratnya membeli kebutuhan pokok. Di sisi lain, para peternak dan pedagang juga menghadapi tantangan dalam menjaga keberlangsungan usaha mereka. Harapannya, ada solusi yang dapat menstabilkan harga pangan demi kesejahteraan masyarakat luas.

Bagikan: Facebook X WhatsApp